foto2606

Tradisi Angpao Saat Lebaran, Perlukah?

Hari Raya memang layak disambut dengan riang gembira. Dan kegembiraan perlu dibagi. Tak terkecuali dengan kegembiraan berupa rezeki. Berbagi uang ke beberapa orang, terutama anak-anak saat Lebaran adalah salah satu bentuk berbagi kebahagiaan. Namun seberapa jauh manfaat pemberian angpao?

Pembagian angpao atau amplopan memang salah satu momen yang ditunggu anak-anak. Pada hari itu, mereka bisa memiliki uang jajan yang lebih banyak dibanding hari biasa. Mata-mata yang terlihat ceria saat menerima amplop berisi uang, mungkin sudah menjadi kebahagiaan bagi Anda sendiri, si pemberi angpao.

Jumlah uang dalam amplop bervariasi, mulai dari puluhan ribu hingga ratusan ribu rupiah. Bila amplop-amplop ini dikumpulkan, tentu jumlahnya lumayan. Namun, sebenarnya seberapa pentingkah pemberian amplop atau angpao untuk anak-anak saat Lebaran?

Alasan

Memberikan amplop berisi uang untuk anak-anak sebenarnya tidak berarti pamer harta atau hanya sekadar ikut-ikutan anggota keluarga lainnya. Ada alasan yang mendasari kebiasaan ini. Pertama, zakat. Umat Islam yang mampu memang sudah selayaknya memberikan zakat, sekitar 2,5% dari penghasilannya untuk pihak-pihak yang membutuhkan.

Seringkali, dalam memberikan angpao saat Lebaran, dana yang dibagi-bagikan telah diperhitungkan dari zakat. Pertimbangannya sederhana, dengan memberikan angpao saat Lebaran, seseorang juga telah membantu ekonomi orang-orang terdekatnya. Namun biasanya, pemberian angpao untuk anak-anak tidak terbatas pada kondisi sosial ekonomi.

Alasan kedua adalah sebagai infaq. Berbeda dengan zakat, infaq sifatnya tidak wajib. Besarannya pun tidak memiliki patokan persenan tertentu, sesuai kerelaan hati. Namun, tujuan infaq juga tidak jauh berbeda dengan zakat, yaitu memberikan dukungan atau bantuan untuk pihak-pihak yang membutuhkan, terutama yang terdekat.

Pihak yang memberikan angpao saat Lebaran biasanya orang-orang yang sudah menikah atau berkeluarga dan orang-orang yang telah bekerja. Sementara itu, pihak terdekat yang biasanya mendapatkan angpao antara lain mulai dari anak-anak, keponakan, hingga anak-anak di sekitar tempat tinggal.

Berapa besarannya?

Pemberian angpao atau amplop berisi uang ini juga menuntut keikhlasan. Jika Anda dalam kondisi finansial yang berkecukupan dan jumlah nominal pemberian amplop ini bukan masalah, Anda bisa mengisi Rp 50 ribu hingga Rp 100 ribu per amplop. Namun, jika kondisi finansial tidak begitu bagus dan pemberian angpao Lebaran terasa berat, sebaiknya jangan memaksakan diri.

Masalahnya, pemberian amplop untuk anak-anak saat Lebaran seolah sudah menjadi tradisi dari tahun ke tahun. Ada rasa tidak enak dan tidak nyaman ketika tidak memberikan angpao ketika Lebaran tiba. Apalagi jika penerima angpao masih memiliki hubungan kekerabatan. Pertimbangan lainnya, angpao juga bisa menjadi salah satu bagian dari kegiatan bersedekah.

Meskipun demikian, ketika dalam kondisi finansial yang tidak begitu baik, ada beberapa cara menyikapi angpao saat Lebaran. Pertama, tetap memberikan amplop untuk anak-anak tetapi dengan nilai nominal yang berbeda dari tahun sebelumnya, misalnya jadi pecahan Rp 20 ribu. Carilah uang baru atau yang dalam kondisi masih bagus. Anda bisa menukarkannya di bank terdekat. Percayalah, anak-anak tetap senang. Anda pun akan lega karena tetap bisa berbagi kebahagiaan.

Kedua, alih-alih memberikan angpao, Anda bisa memberikan bingkisan lain yang menyenangkan hati anak-anak. Misalnya, bingkisan berupa makanan kecil yang dikemas menarik atau bingkisan berupa buku ceirta bergambar untuk anak-anak. Alternatif ini memang tidak sesuai “tradisi”. Namun, bagaimanapun juga makna Lebaran lebih dari sekadar angpao. Ada kebersamaan, kegembiraan, kekeluargaan, dan rasa berbagi di dalamnya.[KUL]

 

Foto ilustrasi: Istimewa

Follow Instagram @ETALASEBINTARO

Comments

comments