25

Tidur Berkualitas Selama Puasa

Tidur berkualitas mampu mengatasi rasa kantuk yang kerap melanda saat berpuasa. Namun bagaimana caranya? Sebab puasa sering dianggap mengurangi waktu tidur.

Sedang di sisi lain tidak ada toleransi bagi tubuh tidur terus menerus. Pekerjaan tetap menanti dan urusan lain harus segera ditangani. Menunda pekerjaan otomatis akan menurunkan performa diri sendiri. Tak ayal, kadang puasa jadi terasa berat. Kurang tidur juga tak baik bagi kesehatan.

Pada dasarnya mengantuk saat menjalani puasa wajar saja. Tubuh terasa lemas dan tak berdaya, lalu diikuti rasa kantuk yang tak tertahankan. Hal ini karena asupan makanan dan cairan hanya diperoleh waktu sahur. Sementara energi tubuh baru bertambah saat mendapat asupan kembali di saat berbuka. Berbeda dengan hari-hari biasa, di mana kita bisa menyantap makanan kapanpun. Sehingga tubuh dapat terus menerus dalam kondisi on.

Boleh saja menganggap puasa telah mengubah pola tidur. Mengurangi jam istirahat dari yang semestinya. Namun, tak boleh menyerah sampai di sini. Produktivitas harus terus berjalan. Temukan solusi cerdas agar puasa dan tidur sama-sama seimbang.

Tidak ada begadang

Beri jarak yang cukup lama untuk istirahat malam hingga waktu sahur datang. Begitu Anda selesai melaksanakan ibadah malam, cobalah mengurangi kegiatan dan memilih beralih untuk langsung tidur. Tidak begadang atau aktivitas lain yang menuntut Anda mengeluarkan energi terlalu ekstra. Karena tubuh juga memerlukan kesiapan untuk mengumpulkan tenaga dan mengatur metabolismenya sendiri menghadapi berbagai perubahan tidur serta makan. Terutama di awal-awal masa puasa.

Hindari tidur setelah sahur

Upayakan tidak tidur setelah sahur dan sholat subuh. Walau Anda dilanda kantuk berat dan ingin memejamkan mata barang sejenak saja. Bila Anda membiarkan tubuh terlena oleh kantuk lalu berbaring tidur, saat bangun tubuh akan lebih terasa lemas. Namun, pertimbangkan kembali bila memang Anda ingin beristirahat sebentar agar tidak mengantuk selama perjalanan menuju kantor di pagi hari.

Tidur sejenak di siang hari

Tidur sejenak di siang hari akan membantu Anda memperoleh tidur yang berkualitas. Ambil jeda beberapa saat di tengah-tengah Anda sibuk menyelesaikan berbagai kepentingan. Bila tak bisa berbaring, tidur sambil bersandar di kursi juga sudah mencukupi. Begitu bangun, tubuh akan lebih segar dan berenergi kembali.

Hari kerja dan akhir pekan tetap sama

Begitu pola tidur selama puasa sudah terbentuk, usahakan selalu konsisten. Dilakukan di jam-jam yang sama, baik saat hari kerja maupun di akhir pekan. Jika liburan membuat Anda tak perlu ke kantor, isi waktu setelah sahur dengan kegiatan tertentu agar Anda tidak mengantuk. Seperti olahraga ringan atau membersihkan rumah.

Perhatikan konsumsi makanan sebelum tidur

Perhatikan konsumsi makanan dan minuman Anda sebelum tidur malam. Jauhi makanan dan minuman yang justru menyulitkan rasa kantuk datang. Misalnya minuman berkafein yang membuat Anda dapat melek semalaman. Mata susah terpejam dan keinginan tidur malah mendekati waktu sahur. Istirahat pun jadi pendek, tak berkualitas, dan terutama tidak memenuhi kebutuhan tidur yang cukup selama bulan puasa. (LAF)

 

Foto ilustrasi: Istimewa

Follow Instagram @ETALASEBINTARO

Comments

comments