14

Tidak Perlu Baper di Media Sosial

Perang kata-kata sekarang ini sudah jamak terjadi di media sosial. Orang mudah tersulut emosinya setelah membaca status seseorang, berita, atau suatu wacana. Sikap yang seharusnya tak perlu, bila kita mengerti cara bersikap di media sosial .

Media sosial sudah begitu mendarah daging dalam keseharian kita. Sarana berkomunikasi, gaya hidup, ajang eksistensi diri, curhat, silaturahmi, mencari kabar, hingga sebagai lapak menjual barang secara online. Ada yang selalu mengabarkan diri dengan berbagai status dan foto, ada pula yang pasif dengan hanya mengamat-amati saja.

Media sosial juga menjadi andalan saat ini akan kebutuhan informasi. Bahkan terkadang berita sudah menyebar luas hanya melalui postingan akun seseorang, sebelum ramai diberitakan media massa.

Masalah mulai muncul saat saling serang dengan menunjukkan opini negatif pada lainnya. Kalaupun tidak tertuliskan, perasaan jadi berkecamuk dan timbul rasa tak senang. Emosi yang akhirnya merugikan dan menyakiti diri sendiri.

Lihat dari posisi orang tersebut

Jangan terpaku pada sudut pandang sendiri. Ubah mindset dengan melihat dari sisi orang yang Anda tuju. Akan ada banyak motif yang menjadi latar belakang mengapa seseorang berbuat hal-hal tertentu. Alasan yang dapat mengantarkan diri lebih empati dan memaklumi. Akhirnya bukan mengajak kita mengetik kata-kata yang tidak perlu, namun memberi rasa hormat dan menghargai.

Hak orang lain menggunakan akunnya

Selain bertanggung jawab, orang lain berhak menentukan sendiri isi akun masing-masing. Karena itu tidak perlu sensitif atas setiap status, foto, atau berita yang diunggah. Asal tidak menyerang Anda secara pribadi, lebih baik tak usah merasa terganggu.

Ada aksi, ada reaksi

Sebaliknya, saat kita yang mengunggah sebuah konten, siap-siap saja menerima segala respon yang diberikan oleh banyak orang. Kita tidak bisa mengontrol tiap reaksi. Namun, yang bisa kita lakukan adalah mengatur perasaan dan sikap diri sendiri.

Telusuri lagi

Informasi yang berterbangan di media sosial belum tentu bisa dipertanggungjawabkan. Saat Anda terpapar oleh suatu berita, pikirkan dengan kepala dingin. Telusuri lebih dalam untuk menentukan valid tidaknya. Jika memang bermanfaat tak perlu ragu untuk berbagi. Tetapi bila dirasa akan menimbulkan banyak polemik, lebih baik renungkan kembali.

Tidak semua memerlukan perhatian kita

Ya benar, tidak semua yang ada di media sosial membutuhkan perhatian dari kita. Akan lebih sehat bagi pikiran kala perhatian terfokus pada hal-hal yang lebih penting. Misalnya urusan kerja, rumah tangga, dan keluarga. Sebab media sosial sering merebut atensi dan memecah konsentrasi. Dampaknya, aktivitas yang seharusnya selesai menjadi terbengkalai.

Batasi teman

Cara lain yang dapat dilakukan ialah dengan membatasi pertemanan di dunia maya. Terutama saat Anda sudah dibuat tak nyaman dengan segala unggahan yang ada. Daripada setiap kali membuka akun langsung terbawa perasaan, lebih baik mengantisipasi dengan menyingkirkan konten yang tidak kita suka. Apalagi telah ada fitur-fitur yang memang sengaja disediakan untuk menjauhi tanpa teman harus mengetahui. (LAF)

 

Foto ilustrasi: Istimewa

Follow Instagram @ETALASEBINTARO

Comments

comments