28

Tetap Pede Meski Dipandang Sebelah Mata

Dipandang sebelah mata bukan hal yang patut diratapi. Tak perlu pula dibalas dengan tindakan serupa. Masih ada cara lain yang lebih elegan dan bijaksana untuk menghadapinya.

Namun bukan berarti tak boleh merasa sedih. Wajar saja perasaan dilanda durja saat dipandang sebelah mata, alias diremehkan orang lain. Bahkan kadang kepercayaan diri langsung menyusut, enggan mengerjakan kewajiban, dan memicu permusuhan. Emosi jadi tak terkendali serta sikap kerap spontan tak terkontrol.

Tetap tahan diri. Pikir kembali sebelum segala laku dan lisan yang kita yang keluarkan bakal merugikan diri sendiri. Sekalipun kita sudah berusaha sekuat tenaga untuk mencapai yang terbaik, kita tidak dapat mengontrol ekspektasi orang lain. Kritik, hinaan, bahkan cacian akan selalu muncul kapan saja dan di mana saja.

Memang bukan kondisi ideal. Tapi ambil hikmah dibalik itu semua. Berikan respon secukupnya. Buktikan bahwa anggapan mereka salah besar. Masing-masing pribadi mempunyai kelebihan dan kekurangan yang patut dihargai.

Fokus pada kewajiban

Orang yang suka meremehkan kadang bertujuan membuat seseorang sakit hati. Tak perlu terprovokasi untuk menuruti keinginannya. Sebaliknya anggap saja angin lalu dan tak terjadi apa-apa. Jalani aktivitas seperti biasa serta fokuskan pikiran untuk menyelesaikan kewajiban yang ada di depan mata. Biarkan mereka yang menginginkan kita kalah malah menjadi heran dan sia-sia tindakannya.

Maafkan

Sesakit apapun yang kita rasakan karena diremehkan, maafkan mereka. Walau tak mudah, tapi percaya saja pada diri sendiri bahwa Anda pasti bisa melakukannya. Bukan membenarkan tindakan mereka, namun sebagai penunjuk bahwa Anda orang yang berjiwa besar. Tidak memendam amarah apalagi ingin membuka sinyal peperangan.

Lewat maaf, Anda turut berupaya menyelamatkan hubungan dalam ranah yang aman. Memberi kesempatan pada orang lain agar mau belajar mengerti dan menghargai kondisi orang lain, sehingga tindakan meremehkan tak akan terulang.

Tetap berbuat baik

Meski tersakiti, jangan sampai menutupi nurani. Apalagi menjauhkan segala hal baik yang telah melekat pada kehidupan pribadi kita. Buat apa membuangnya, jika hal-hal baik bermanfaat bagi diri sendiri dan orang lain. Tetap berbuat baik sebagaimana biasanya, walau dipandang miring oleh banyak orang. Jika memang harus ada koreksi karena ada sikap yang tak disukai orang, bukan berarti menghapus segalanya. Sisakan kebaikan demi kepentingan bersama. Siapa tahu dari kebaikan menjadi faktor yang mengubah persepsi tentang diri kita.

Tawarkan untuk kolaborasi

Tak kenal maka tak sayang. Tagline yang bisa mengantarkan mengapa selama ini kita diremehkan. Atasi dengan kolaborasi. Saling mengenal lebih dalam dan intens berhubungan. Tak menutup kemungkinan berkegiatan di wadah yang sama. Guna pelan-pelan mengikis prasangka yang telah tercipta pada pribadi ini.

Balas dengan prestasi

Jawab semua pandangan meremehkan dengan prestasi. Anda bisa membantah tanpa kata, melawan perkiraan mereka yang telah menyakiti, dan membuktikan diri ini bisa melakukan hal yang membuat bangga. Mereka yang dulu melihat sebelah mata saja, kini berbalik menaruh rasa hormat dan segan pada diri Anda. (LAF)

 

Foto ilustrasi: Istimewa

Follow Instagram @ETALASEBINTARO

Comments

comments