05

Tetap Harmonis dengan Tetangga

Mau tinggal di mana saja, jangan harap bisa tenang jika bermusuhan dengan tetangga. Sekadar keluar rumah dan tak sengaja saling menatap muka, emosi sudah memuncak di ujung kepala. Rugi sendiri, kan? Jadi lebih baik jaga harmoni dengan tetangga kita.

Ada saja masalah yang bisa timbul di antara sesama tetangga. Parkir sembarangan, menjemur pakaian di jalan, dahan pohon yang masuk lahan rumah, ulah anaknya yang tak sengaja merusak perabot Anda, tidak mengembalikan barang yang dipinjam, suka berisik kala malam, dan lainnya. Kadang tetangga samping merenovasi, justru Anda ketiban sial karena rumah jadi bocor atau rusak dindingnya. Dan masih banyak lagi masalah dengan tetangga yang tak akan pernah habis untuk dibahas.

Bagaimanapun tetangga adalah penolong terdekat saat Anda membutuhkan bantuan. Bukan anggota keluarga, tapi tak akan segan mengulurkan tangan dengan segera. Tentu saja, syaratnya kerukunan harus terjaga. Saat keluarga sendiri nun jauh di sana, tetanggalah tempat saling berbagi dan mengisi hari demi hari.

Karena itu, lebih baik jaga harmonisasi dengan tetangga demi ketentraman batin sendiri.

Hargai perbedaan

Jangan ambil pusing dengan latar belakang yang dimiliki tetangga. Baik asal, suku, agama, atau kebiasaannya. Sebab Anda dan tetangga memang pribadi yang berbeda. Selama perbedaan tidak mengganggu, berikan apresiasi untuk merawat keutuhan hubungan Anda dengan mereka.

Bertegur sapa

Tak perlu ragu mengenalkan diri dan menyapa. Pasang senyum di bibir Anda saat tetangga menyapa. Balik sapa bila tiba giliran Anda. Sekadar anggukan saja sudah menjadi tanda ingin bersahabat. Apalagi Anda menjalin obrolan basa-basi bertanya tentang kabar dan kondisi keluarga. Dijamin keterikatan secara personal makin terpelihara.

Saling berbagi

Tindakan lainnya adalah saling berbagi. Saling mengetuk pintu dan menyerahkan seporsi masakan sendiri atau oleh-oleh dari hasil mudik tentu tak ternilai harganya. Jenguk mereka saat sakit dan tengok kehadiran anggota keluarga yang baru lahir. Rasakan sendiri dampaknya pada kehidupan Anda, dibanding memilih menutup diri.

Saran halus

Disengaja atau tidak, kelakuan tetangga memang kadang mengganggu. Gunakan bahasa yang halus untuk memberitahu. Kadang bahasa halus dan sikap bersahabat lebih mudah diterima. Konflik lebih resisten terjadi bila Anda menunjukkan sikap memusuhi. Tetapi bila diingatkan secara kekeluargaan tidak berubah juga, jangan ragu melibatkan ketua RT untuk campur tangan menyelesaikan sengketa.

Ganti rugi segera

Sebaliknya bila sikap Anda yang merugikan, segera ajukan permohonan maaf. Nyatakan diri mau mengganti segala kerugian yang telah terjadi. Seperti tak sengaja menutup saluran air tetangga, anak merusak tanaman, dan sebagainya. Semakin cepat Anda memberikan garansi, semakin cepat hubungan pulih kembali.

Kumpul bersama

Jauhi sikap anti sosial. Aktifkan diri mengikuti gotong royong, terlibat lomba-lomba di hari kemerdekaan, bakti amal, serta agenda sosial lainnya. Gabung saja dalam komunitas arisan atau yang bersifat kerohanian. Walau intensitasnya tidak sering, setidaknya sudah menunjukkan kesediaan Anda hadir dan mau menjalin relasi dengan tetangga. (LAF)

 

Foto ilustrasi: Istimewa

Follow Instagram @ETALASEBINTARO

Comments

comments