1812

Tetap Dekat Meski Anak di Asrama

Saat terpisah jarak, dan hanya sesekali bertemu, anak dan orang tua bisa merasa asing. Padahal dalam tahap pertumbuhan anak, kehadiran orang tua tetap dibutuhkan. Perlu cara dan langkah nyata agar anak dan orang tua saling mengenal emosi dan pribadi masing-masing meski anak harus tinggal di asrama.

Hidup berjauhan dengan orang tua memang tak selalu muram. Di asrama, kegiatan sekolah dan kawan-kawannya bisa melenakan. Tetapi bagaimanapun tak ada yang bisa menggantikan peran orang tua.

Bila lama tak saling berhubungan, dampaknya bisa bermacam-macam. Mulai dari tak kenal hingga merasa bebas karena tak ada pengawasan. Orang tua juga bisa ketinggalan dengan perkembangan anaknya sendiri. Bagaimanapun sekolah asrama tetap mengikat tanggung jawab orang tua.

Tetap dekatkan diri. Lakukan hal berikut agar bisa menjaga kehangatan hubungan anak dan orang tua.

Komunikasi yang intens

Beberapa sekolah asrama memang melarang siswanya membawa alat komunikasi dan elektronik. Bahkan orang tua hanya diperbolehkan menelpon di saat-saat tertentu. Meski begitu, orang tua bisa menghubungi nomor yang telah disediakan untuk sekadar menyapa anak. Lakukan dengan rutin, misal dua hari sekali atau kala weekend.

Bila waktu menelpon terbatas, gunakan email. Biarpun email tergolong slow response, orang tua dan anak bisa lebih puas menceritakan keadaan masing-masing dengan runut dan lengkap.

Tepat janji

Selalu usahakan untuk menepati janji. Sikap tersebut dibutuhkan untuk membuktikan bahwa anak tetaplah prioritas. Baik janji terkait waktu kunjungan ke asrama, menjemput saat libur sekolah, mengajak berwisata, menghabiskan akhir pekan berdua, mengambil raport, maupun yang lain. Namun, saat Anda terpaksa tidak bisa menepati, beri kabar dan penjelasan lebih awal. Jangan biarkan anak menunggu tanpa kabar. Harapannya bisa kosong dan mengganggap janji Anda selama ini hanya bualan semata. Mungkin ke depan anak tak mudah percaya pada orang tuanya sendiri.

Barang kesayangan

Kehangatan dari rumah bisa terus dirasakan dengan hadirnya barang-barang kesayangan. Setidaknya bawakan satu atau dua barang kesayangan untuk menemani anak di asrama. Pilih barang-barang yang kira-kira dapat ditoleransi oleh sekolah. Seperti selimut, boneka, handuk mandi, atau foto keluarga dalam bingkai.

Manfaatkan waktu kunjungan dengan bingkisan makanan atau camilan kesukaan anak. Ditambah kehadiran anggota keluarga yang lengkap tentu makin menyenangkan. Buat anak merasa seolah sedang bersantap bersama keluarga di rumah. Positifnya, mengerek semangat anak agar lebih giat lagi mengukir prestasi.

Dekat dengan pengelola sekolah

Sekolah asrama memang tempat menitipkan anak, tapi sifatnya hanya sementara. Orang tua tetap perlu memantau hasil belajar dan proses yang dilalui oleh anak tanpa terlewatkan. Jalin komunikasi yang erat dengan pengelola atau pengasuh sekolah. Ketahui dengan detail lompatan yang telah dilewati dan kekurangan yang harus dihadapi. (LAF)

 

Foto ilustrasi: Istimewa

Follow Instagram @ETALASEBINTARO

Comments

comments