15

Tetap Berprestasi Meski Jadi Minoritas di Kantor

Menjadi minoritas di kantor itu susah-susah gampang. Baik karena minoritas berdasar gender, latar belakang, atau agama. Kadang bisa menjadi peluang, tapi sekaligus juga hambatan. Butuh siasat yang mumpuni agar bisa diterima di lingkungan kerja.

Berbagai masalah yang menyangkut urusan minoritas tak bisa dianggap remeh. Di tempat kerja, minoritas kerap mendapat bulliying, sindiran, sikap sinis, hingga sikap merasa diabaikan oleh sesama rekan. Tak mudah untuk bisa langsung diterima. Sebalikknya, bila diabaikan akan memupuk potensi masalah yang bisa mengganggu kinerja. Namun, meminta dihormati dan dimengerti terus menerus juga bukan sikap yang bijaksana.

Semuanya harus dimulai dari diri sendiri. Jangan biarkan perasaan dikuasai oleh rasa tertekan yang hanya akan membuat Anda tidak optimal bekerja.

Supel

Ingat pada senyum, salam, dan sapa. Tagline yang nampaknya sederhana, tapi bila rajin dilakukan akan membuat Anda jadi pribadi yang lebih disukai. Jangan menunggu untuk disapa terlebih dulu. Sebagai orang yang beda, dan mungkin baru di kantor, ambil inisiatif selangkah lebih maju untuk mendekatkan diri. Cari teman dan bergaullah dengan menjaga etika serta tata krama. Hangout sejenak dan sesekali menghabiskan akhir pekan bersama dapat menjadi opsi untuk saling mengakrabkan diri.

Profesional

Lupakan perbedaan yang melekat pada identitas diri. Tunjukkan bahwa Anda bisa bekerja dengan profesional, baik pada sesama rekan maupun dengan klien di luar sana. Patuhi aturan yang berlaku dan gunakan fasilitas yang disediakan sebagaimana mestinya. Segera ulurkan tangan bila ada teman yang membutuhkan pertolongan guna menunjukkan bahwa Anda juga punya empati dan iba pada sesama. Namun waspada, jangan sampai kebaikan Anda dimanfaatkan.

Tangguh dan berprestasi

Meski beda bukan berarti tak bisa apa-apa. Selesaikan target pekerjaan dengan tepat waktu. Prestasi kerja Anda akan mendongkrak kredibilitas Anda. Selain untuk membuktikan Anda memang layak menyandang profesi tersebut, orang lain juga tak mudah  meremehkan kehadiran Anda.

Bedakan saran dan pepesan kosong

Belajar memang bisa dari siapa saja, tak terkecuali teman-teman di tempat bekerja. Mungkin berbagai saran atau nasihat akan sering diterima. Begitu pula dengan cibiran dan ucapan tak enak yang mendadak masuk ke telinga. Abaikan bila apa yang dimaksud hanyalah suara kosong yang tak berhubungan dengan pekerjaan. Sebaliknya, renungkan kembali bila teman sepenuhnya ingin membantu kita menjadi pribadi yang lebih baik lagi.

Tetap jadi diri sendiri

Beradaptasi supaya mudah diterima di lingkungan kerja itu perlu. Namun bukan berarti benar-benar meninggalkan ciri khas diri sendiri. Jalani irama kerja sehari-hari, sembari tetap melakukan kebiasaan yang telah menjadi tradisi. Tak lain untuk menjaga keseimbangan antara dunia kerja dan dunia privasi. (LAF)

 

Foto ilustrasi: Istimewa

Follow Instagram @ETALASEBINTARO

Comments

comments