09

Tata Krama Bermalam di Rumah Saudara

Meski keluarga sendiri, menginap barang semalam saja tetap ada etikanya. Sebagai tamu, kita tidak bisa meminta pelayanan seperti di hotel atau penginapan. Ada peran berbeda yang harus kita mainkan untuk menghargai jasa pemilik rumah.

Biarpun tuan rumah terlihat senang dan baik-baik saja, ada norma-norma tak tertulis yang sebaiknya kita praktikkan. Satu sisi sebagai ucapan terima kasih, di sisi lain agar tidak membuat mereka kapok menerima kita kembali suatu saat nanti. Dan yang terpenting, tentu saja agar hubungan silaturahmi terus terjaga dengan harmonis.

Mungkin satu kesalahan yang tak disengaja bisa menjadi noda yang mencemari hubungan Anda. Untuk mencegahnya, perhatikan aturan main berikut ini.

Beri kabar

Upayakan agar kedatangan kita tidak mendadak, apalagi tanpa kabar. Selain tidak siap dengan kemunculan kita di balik pintu, bisa saja saudara sedang ada keperluan tertentu atau privasi yang tak ingin diganggu. Atau ternyata saudara tidak di rumah dan keluar kota juga membuat kita kecewa. Lebih baik kabarkan jauh-jauh hari kedatangan kita agar pemilik rumah juga bisa mempersiapkan diri. Anda pun bisa membawakan buah tangan untuk mereka.

Bantu-bantu

Tanpa diminta, segera ulurkan tangan untuk membereskan pekerjaan domestik. Terlebih bila tidak ada asisten rumah tangga yang membantu di rumah tersebut. Satu dua pekerjaan yang bisa Anda selesaikan, sudah cukup untuk merebut hati pemilik rumah. Suasana juga jadi lebih hangat antara Anda dan saudara. Justru jika diam saja dan memilih berpangku tangan, predikat sebagai raja yang harus dilayani akan cepat melekat pada diri Anda.

Rapi dan bersih

Biarpun kondisi rumah sebelum kedatangan kita sudah kotor dan berantakan, tapi menjaga kebersihan tetap menjadi kewajiban. Cucilah piring setelah makan, rapikan tempat tidur, perhatikan kebersihan kamar mandi dan toilet sehabis digunakan, buang sampah pada tempatnya, matikan lampu bila tak diperlukan, dan sebagainya.

Komentar positif

Ucapkan selalu komentar yang positif (atau setidaknya netral) tentang pemilik dan rumahnya. Mungkin Anda tidak nyaman dengan fasilitas rumah tanpa AC atau karakter saudara yang sedikit berbeda. Tetap tahan diri dan buat senyaman mungkin selama Anda tinggal di sana. Memberikan lisan yang bersifat sindiran dan ejekan tentu akan meninggalkan efek yang tidak mengenakkan bagi saudara. Apalagi kita sudah merepotkannya.

Adaptasi

Sebagai tamu, pandai-pandailah menyesuaikan diri. Paksakan diri untuk mengikuti ritme yang berjalan di rumah tersebut. Tidak ketinggalan kebiasaan dan aturan yang harus kita patuhi. Seperti jam tidur, lama menonton televisi, tidak membunyikan volume musik terlalu kencang, menjemur handuk sesudah mandi, tidak meletakkan baju kotor sembarangan, dan lain-lain.

Pamit dan terima kasih

Kala waktu berkunjung telah usai, pamitlah dengan segala kerendahan hati. Ucapkan terima kasih atas kesediaannya menampung kita bermalam di rumahnya. Bila si pemilik tak berada di rumah, titipkan salam atau menelponnya langsung untuk memberi kabar kepulangan kita. Langkah apresiasi ini bukan semata menghormati saudara atas segala kebaikannya, tetapi juga menunjukkan kita sebagai pribadi yang tahu tata krama. (LAF)

 

Foto ilustrasi: Istimewa

Follow Instagram @ETALASEBINTARO

Comments

comments