1112

Tanda-tanda Anak Siap Masuk Sekolah Asrama

Kadang, meski anak dan orang tua telah sepakat untuk menyekolahkan anak ke sekolah berasrama, namun tetap terbersit ragu di benak orang tua. Mampukah anak Anda yang menjelang remaja tinggal di asrama?

Wajar bila orang tua atau anak mendadak ragu dan bimbang. Terpisah jarak dan waktu bukan bayangan yang indah. Bisa pula orang tua merasa khawatir dan tak sepenuhnya percaya anak dapat mengatasi kebutuhan dan masalahnya sendiri. Meski keputusan masuk sekolah asrama sepenuhnya dibuat oleh anak tanpa ada paksaan.

Tak perlu ragu dan bimbang, terutama bila anak di rumah terbiasa mandiri. Kondisi dan situasi berikut bisa menggambarkan dan menjadi pertimbangan apakah anak sudah siap berangkat menuju sekolah asrama atau belum.

Cukup umur

Ada pendapat yang berbeda dari para pakar tentang usia yang tepat untuk anak belajar di sekolah asrama. Sebagian setuju pada umur dua belas tahun, sebagian lagi beranggapan harus menunggu lebih lama lagi, yaitu pada umur lima belas tahun. Dalam rentang usia tersebut, anak akan menjalani masa puber namun menjadi ideal untuk menjalani hari-hari di asrama.

Alasannya, sekolah asrama dapat menampung dan menyalurkan energi besar pada hal-hal yang positif. Rasa ingin coba-coba yang kerap melanda anak remaja juga dapat diarahkan pada kegiatan kreatif dan inovatif.

Mengirim anak yang masih berusia dini bukanlah kondisi yang ideal. Anak masih membutuhkan pelukan dan kehadiran orang tua secara penuh. Bila dipaksakan, anak bisa mengalami gangguan psikis dan merasa asing dengan orang tuanya sendiri.

Siap mandiri

Setidaknya anak-anak sudah biasa berkenalan dan mengerjakan tugas-tugas yang ringan di rumah. Termasuk disiplin dalam memenuhi tugas dan kewajibannya sehari-hari. Seperti jadwal mandi, jam malam, merapikan tempat tidur, dan mencuci piring makan sendiri. Berikan penilaian apakah anak bisa bertanggung jawab saat ditinggal orang tua pergi keluar kota atau tidak. Agar selama berada di asrama, anak tidak terkejut dengan pekerjaan rumah dan beban yang harus diselesaikan.

Matang emosi dan sosial

Usia remaja memang usia yang labil. Anak akan menunjukkan sikap dan minat yang berubah-ubah. Amati langkah yang diambil anak dalam menjawab kebutuhan dan merespon masalah. Tanyakan alasan dibalik pemilihan solusi yang diambil dan konsekuensi yang harus ditanggung dari setiap tindakan.

Mungkin keputusan yang dipilih anak belum matang menurut kacamata orang tua. Ubah sudut pandang dan berikan penilaian ulang. Titik beratkan pada logika dan rasionalitas yang diusung anak. Matang tidaknya emosi dan sosial anak bukan terletak pada usia, tapi terletak pada nalar berpikir yang dibangun.

Sadar tujuan berasrama

Ketahui alasan dibalik keinginan anak untuk menjalani sekolah asrama. Gali lebih dalam cita-cita atau impian yang ingin diraih melalui jalur pendidikan tersebut. Orang tua dan anak juga harus bersepakat kontribusi apa yang bisa diberikan sekolah asrama pada anak, untuk saat ini dan untuk masa depannya nanti. (LAF)

 

Foto ilustrasi: Istimewa

Follow Instagram @ETALASEBINTARO

Comments

comments