07

Sukses Membuat Anak Menghabiskan Makanan

Selain susah makan, kebiasaan menyisakan makanan juga masalah yang perlu diatasi. Karena menghabiskan makanan memiliki nilai yang lebih dalam. Perlu trik yang jitu agar anak mau menghabiskan makanannya.

Bukan hanya sayang pada makanan  yang tersisa, maka anak harus menghabiskan makanan. Ada banyak manfaat lebih yang mesti diresapi dan dihayati. Anggap saja menghabiskan makanan adalah bentuk penghargaan pada orang tua yang sudah bersusah payah memasak. Atau salah satu cara mensyukuri nikmat Tuhan yang hadir berupa makanan. Di samping memaksimalkan pemenuhan nutrisi yang ada dalam makanan bagi masa pertumbuhan anak-anak.

Agar sukses membuat anak menghabiskan makanan, buat rayuan yang menggiurkan untuk membangun kesadaran anak agar mau menghabiskan makanannya sendiri. Berikut yang harus Anda perhatikan.

Porsi seimbang

Tanpa disadari, penyebab anak tak mau menghabiskan makanan adalah karena ia sudah kenyang. Porsi makan yang disediakan melebihi kapasitas lambungnya. Berikan porsi sesuai dengan umur dan berat badannya agar tidak kelebihan. Umumnya, bayi akan membutuhkan tiga sendok makan saja tiap kali makan, sedang anak umur 4 sampai 5 tahun memerlukan ¾ dari porsi orang dewasa. Tanyakan kesanggupan anak dengan menunjukkan langsung jumlah makanan dalam satu piring. Umumnya, anak ingin pula dihargai keinginannya dalam menampung makanan di perutnya.

Atur jeda makan dan camilan

Selain kenyang karena porsi yang lebih, kenyang juga bisa disebabkan oleh kebanyakan camilan. Sehingga anak mengabaikan makanan utama yang lebih sehat dan dibutuhkan oleh tubuh. Agar tidak terjadi terus menerus, orang tua harus mengambil jalan tengah. Tetap boleh mengunyah camilan, tapi dengan jadwal yang teratur supaya tidak bertabrakan dengan jadwal makan. Akali pula dengan memberikan camilan sehat, seperti buah dan salad sayur. Sebab kudapan dengan rasa manis atau gurih mudah membuat kenyang.

Ajak memasak

Anak selalu senang terlibat dalam kegiatan karena rasa ingin tahunya yang tinggi. Gunakan kesempatan tersebut untuk memasak bersama. Berikan peran dominan pada anak seperti menentukan menu yang diinginkan hingga aktivitas memasak itu sendiri. Karena merasa terlibat, anak jadi tertarik untuk menghabiskan makanan hasil kreasinya sendiri.

Kreasi makanan

Bisa saja anak merasa bosan dengan menu yang itu-itu saja, membuatnya tak tertarik dengan makanan yang disajikan. Mudah saja mengatasi kasus tersebut, orang tua tinggal berkreasi dengan bahan makanan yang ada. Rasa yang berbeda dan bentuk yang unik tanpa mengurangi kadar gizi tentu akan menggugah kembali selera anak.

Menyenangkan

Hindari memberikan tekanan mental atau ancaman supaya anak mau menghabiskan makanan. Bukan pula memberikan iming-iming hadiah atau disertai menonton televisi dan game online. Tapi ciptakan suasana yang menyenangkan. Seperti makan bersama dengan seluruh anggota keluarga dan berbincang satu sama lain. Kadang masalahnya bukan terletak pada faktor makanan, tapi psikologis anak yang membutuhkan dukungan dari orang-orang sekitarnya. (LAF)

 

Foto ilustrasi: Istimewa

Follow Instagram @ETALASEBINTARO

Comments

comments