23

Siasat Menagih Utang pada Saudara

Meminta uang yang telah dipinjamkan tentu hak kita. Tapi bisa rumit bila yang meminjam adalah saudara sendiri atau ipar. Sedikit salah langkah bisa memicu drama. Jadi tak enak dan bisa-bisa membuat tak akur lagi. Putar otak dan temukan siasat yang baik tapi mengena, agar saudara tak hengkang dari kewajibannya membayar utang.

Perasaan mau-malu, sungkan, tak enak, dan takut salah kerap mendominasi dalam urusan tagih menagih utang ke saudara. Sekali tak dikabulkan, ingin menagih lagi rasanya lebih gentar. Tapi bila tak ditagih dan tak selesai urusan utang piutang akan lebih rumit masalah ke depannya. Hubungan keluarga mengalami kerenggangan, uang pun melayang.

Tak perlu memakai ancaman atau somasi layaknya debt collector. Cara halus dan tetap santun bisa Anda lakukan.

Utarakan langsung

Mungkin Anda dibuat jengkel karena saudara tak kunjung melunasi utang. Tahan diri untuk memberikan siaran langsung ke sana ke mari dengan tujuan menyebarkan aibnya. Lebih baik beri kabar jadwal kedatangan Anda dan lakukan pembicaraan empat mata. Ciptakan suasana yang serius namun tidak tegang. Saudara juga akan lebih menghargai dan respek dengan niat dan cara-cara yang Anda tempuh.

Gunakan bahasa halus

Adakalanya saudara tak sadar juga dengan kewajibannya membayar utang. Bila berada di dekatnya, gunakan saja kalimat-kalimat yang mengarah pada utang yang mesti dibayar. Anda bisa menceritakan kebutuhan yang sedang ditanggung, cicilan rumah yang sudah mendekati tenggat, hingga ingin berinvestasi usaha. Mungkin saudara yang berutang tidak akan langsung menunjukkan reaksi kepastian kapan akan membayar. Namun, setidaknya obrolan-obrolan seperti tadi bisa menggugah pikirannya untuk segera mengembalikan hak Anda.

Tunjukkan akad perjanjian

Jika memang tidak ada itikad baik untuk membayar, tunjukkan saja akad perjanjian yang telah dibuat bersama. Tidak harus dalam bentuk surat bermaterai atau arsip, obrolan di aplikasi komunikasi yang sedang tren seperti sekarang juga bisa menjadi bukti. Pun bukti yang tersimpan rapi di email dan catatan e-banking. Hal-hal tersebut bisa jadi jurus ampuh untuk membungkam saudara yang berniat tak bayar dan lebih memilih menghindar. Namun khusus untuk jalur ini, tetap gunakan bahasa yang santun.

Ajak mediator

Ajak saja mediator untuk mengurangi ketegangan. Bisa anggota keluarga lain yang dituakan, atau saksi yang dulu menemani pembuatan akad hutang piutang. Tak usah ikut serta bertatap muka dengan saudara bila merasa tak enak hati. Cukup mediator yang menjadi wakil Anda. Bak seorang mak comblang, tapi berbeda karena dalam hal ini tugasnya menagih utang. Titipkan pesan-pesan yang mesti disampaikan mediator, berikut alasan-alasan yang jelas kenapa sekarang Anda ingin menginginkan uang kembali.

Beri alternatif

Berikan alternatif untuk memudahkan saudara membayar utang. Mungkin saudara sudah mempunyai niat tetapi menemui berbagai kendala, sehingga pembayaran selalu tertunda. Misalnya dengan cara mengangsur tiap bulan dan memundurkan deadline. Memberikan opsi bukan berarti membuat urusan utang jadi enteng, tapi menegaskan ada urusan yang mesti diselesaikan dengan sebaik-baiknya, antara Anda dan saudara. (LAF)

 

Foto ilustrasi: Istimewa

Follow Instagram @ETALASEBINTARO

Comments

comments