26

Saat Merelakan Karyawan Pergi

Memecat karyawan sebenarnya sudah biasa terjadi di dunia kerja. Walau sesunguhnya bukan pekerjaan mudah untuk menyampaikan. Karena itu, lakukan dengan aturan yang benar. Tanpa perlu menyakiti satu sama lain.

Terkadang memecat karyawan menjadi satu-satunya pilihan dan solusi yang terbaik. Di sisi lain memang merugikan karyawan. Tapi bila tidak segera dihentikan, perannya akan terus menurunkan laju usaha. Di samping sering menularkan hal-hal buruk yang berdampak negatif pada karyawan lain. Atau pelanggan lari karena tak  percaya lagi akibat buruknya kinerja, sehingga produk tak laku lagi. Jadi daripada dipertahankan, lebih baik relakan pergi dan segera kembalikan situasi kerja ke arah yang lebih baik lagi.

Kenali siapa yang akan Anda persilahkan pergi. Pribadi, karakter, sifatnya, keluarganya, teman-teman pendukung, masalah yang sering dibuat, hingga kebutuhan yang harus dipenuhi. Lanjutkan dengan saran berikut ini.

Sebutkan kesalahan

Sudah menjadi hak karyawan untuk tahu mengapa ia dipersilahkan keluar dengan segera, atau bahkan saat itu juga. Sampaikan alasannya dengan jelas. Misalnya karena tidak mematuhi aturan kantor, kerap berbohong, memalsukan tanda tangan, menggelapkan uang, dan sebagainya. Satu atau lebih kesalahan yang telah dibuat, Anda dapat menyebutkan semua. Namun, hindari kesan ingin mengukit-ungkit kesalahan terus menerus. Penjelasan murni guna membuat karyawan mengerti mengapa dia harus pergi.

Lugas tapi tegas

Memecat memang tindakan yang menyakitkan. Baik kepada yang menerima, maupun pada yang memberi. Maka, daripada berbelit-belit, sampaikan dengan singkat, lugas dan tegas. Gunakan kata-kata yang sederhana dengan intonasi suara yang mendatar. Jangan umbar senyuman, pasang wajah yang datar. Kuasai perasaan dan sikap Anda sendiri. Baiknya adakan pertemuan sesingkat mungkin, karena tentu Anda tidak ingin terjebak dalam situasi tak mengenakkan dalam waktu yang lama ‘kan?

Berikan haknya

Biarpun sikap karyawan selama ini sangat menyebalkan dan mempersulit semua orang, karyawan tetap berhak menerima hak. Sesuai undang-undang atau aturan internal kantor. Pastikan segala yang berkaitan dengan karyawan dinyatakan beres, daripada di masa mendatang Anda mendapat gugatan. Dengan begitu, masing-masing pihak merasa lega dan tidak ada lagi beban yang ditanggung.

Tidak sendiri

Menyampaikan berita tak enak lebih baik tak sendiri. Ajak bagian kepala personalia atau bendahara. Selain berfungsi sebagai saksi, mereka juga membantu Anda mengatasi tindakan-tindakan yang tak terduga. Sebagai implikasi reaksi mengejutkan yang kerap ditunjukkan oleh karyawan. Entah menerima dengan sikap ksatria, atau mendadak jadi berang dan berupaya menyerang orang-orang di sekitarnya.

Tidak ada negoisasi lagi

Pemecatan adalah keputusan final. Sudah tertutup kesempatan bernegosiasi atau mengutak-atik aturan untuk tetap dipertahankan. Hal ini harus dipertegas pada karyawan yang bersangkutan. Sebab bila Anda membuka celah sedikit saja, proses yang berjalan jadi alot dan dapat memicu masalah lain. Lebih baik tutup sejak awal, agar karyawan bisa segera menentukan karier yang baru. (LAF)

 

Foto ilustrasi: Istimewa

Follow Instagram @ETALASEBINTARO

Comments

comments