19

Rahasia Berbisnis Bareng Keluarga

Banyak contoh bisnis keluarga yang sukses. Tentu ada rahasia di balik itu semua. Selain sungguh-sungguh merintis bisnis, ada beberapa resep yang tak boleh diabaikan. Yuk ketahui apa saja rahasianya bila ada rencana membangun bisnis dengan keluarga.

Entah meneruskan usaha orang tua, membuka yang baru bersama paman, sepupu, atau saudara kandung, semua ada aturannya. Mungkin laba bukan tujuan utama. Beberapa usaha sengaja didirikan untuk mengikat tali kekerabatan. Menjaga keutuhan anggota keluarga besar agar ada urusan yang menjadi tanggung jawab bersama. Alasan lainnya, kerjasama dengan keluarga tak perlu menaruh curiga. Suatu keunggulan yang susah didapat bila harus usaha bersama orang lain.

Karena keluarga sendiri, jangan sampai menjadi penghambat sejak awal. Apapun usahanya, mulai dari kuliner, jasa, maupun lainnya, setidaknya terapkan etika dan profesional dalam bekerja. Mari kita bongkar satu per satu rahasianya.

Siapa saja yang bergabung

Penting untuk menegaskan siapakah aktor-aktor yang aktif terlibat. Mungkin modal berasal dari dua orang, tapi dalam prosesnya ke depan, akan menarik banyak orang. Maka, sebelum segalanya di luar kontrol, batasi siapa saja yang boleh masuk dalam lingkaran bisnis.

Pembagian tugas

Tugas harus tersampaikan dengan jelas. Masing-masing mempunyai konsekuensi dan tanggung jawab yang mengikat. Tentu ada atasan dan bawahan. Bila anggota yang tergabung mempunyai posisi di atas semua, perlu untuk merekrut orang dari luar. Gunanya untuk menyelesaikan hal-hal esensial dan me-back up urusan campur tangan keluarga yang kadang berlebihan.

Komitmen di atas kertas

Bukan memasang prasangka, tetapi membubuhkan tanda tangan di atas surat perjanjian akan lebih membuat nyaman. Masing-masing dapat dengan mudah menengok lagi pada hak dan kewajiban, tanpa harus berseteru panjang. Lembar komitmen juga perlu membahas konsekuensi bila usaha merugi, sehingga tetap memberi keadilan bagi semua yang terlibat.

Laba yang adil

Jatah pendapatan yang bisa disetor tergantung peran dan perjanjian masing-masing. Misal fifty-fifty atau 50-40 persen. Tak perlu lagi menggugat atau bersengketa bila pokok gaji sudah diberikan sesuai hak dan akad sebelumnya.

Akun yang terpisah

Buat rekening tersendiri untuk menampung segala transaksi terkait bisnis keluarga. Jangan dicampur aduk dengan rekening pribadi agar tidak terkesan penguasaan keuangan yang semena-mena. Edit keuangan dan akuntabilitas juga lebih mudah diproses dengan memiliki akun yang terpisah.

Saling menutupi aib

Tidak ada orang yang sempurna, begitu pula dengan keluarga sendiri. Tak perlu mengumbar aib atau kekurangan yang dapat memicu rumor di luar sana. Sedikit stigma negatif akan berpengaruh pada perkembangan usaha. Sebab, orang cenderung malas mengonsumsi barang atau jasa yang berasal dari keluarga penuh intrik.

Menjaga harmoni  

Sebaliknya, jaga harmoni demi kelanggengan usaha bersama. Mesti sering bertemu, tidak ada salahnya sesekali nongkrong berdua. Atau membuat jamuan untuk keluarga besar. Untuk keutuhan usaha dan silaturahmi keluarga. (LAF)

 

Foto ilustrasi: Istimewa

Follow Instagram @ETALASEBINTARO

Comments

comments