08

Posisi Aman Membonceng Anak

Membonceng anak di motor tidak boleh asal. Orang tua atau pembonceng harus mengetahui aturan yang benar. Bukan saja untuk mematuhi aturan berlalu lintas, namun demi keselamatan bersama. Terutama untuk anak yang dibonceng.

Polda Metro Jaya pernah merilis data kecelakaan yang melibatkan anak-anak di tahun 2014. Terdapat 309 kasus yang menimpa anak dari rentang umur 0-10 tahun. Angka yang besar tersebut kemungkinan akan semakin meningkat bila kita sebagai orang tua atau yang lebih dewasa tidak memberi perhatian.

Tetapi bukan kemudian motor menjadi benda terlarang bagi anak untuk bepergian. Motor tetap mendukung perjalanan si kecil selama rambu-rambunya dipatuhi. Menciptakan rasa aman bagi anak, Anda sekeluarga, maupun orang-orang yang sedang berada di sekitar. Apa saja?

Cukup umur

Mengajak anak naik motor perlu memperhatikan faktor umur. Ada dua hal yang harus diperhitungkan matang-matang. Pertama, anak harus dapat berpegangan pada pengemudi dengan tenaganya sendiri. Artinya, saat berpegangan anak sudah mampu menahan keseimbangan tubuhnya. Kala motor melaju, anak tidak oleng ke kanan atau ke kiri.

Kedua, anak dapat menapakkan kakinya pada foot step saat duduk di jok. Disamping mempermudah dirinya sendiri waktu naik dan turun dari motor.

Atribut lengkap

Tak perlu membedakan penumpang kecil atau besar. Semuanya membutuhkan atribut khusus. Utamakan helm sesuai standar aturan. Tidak ketinggalan jaket dan masker sebagai media perlindungan dari debu, angin, polusi dan kerikil yang beterbangan di udara jalanan.

Posisi duduk

Posisi anak harus duduk. Tidak berdiri di antara pengemudi dan penumpang di belakang. Tidak pula dalam posisi digendong. Posisi duduk pun harus mengangkang, bukan menyilang atau mengambil pose yang lain.

Tujuannya agar pengemudi mudah memegang kendali posisi motor. Tidak oleng atau miring karena posisi duduk anak yang menimbulkan goyangan.

Area belakang

Sama sekali salah bila membiasakan anak berada di depan pengemudi. Baik dalam posisi berdiri maupun duduk di atas kursi tambahan. Bukan saja membahayakan anak karena berhadapan langsung dengan objek yang berada di depan motor. Anak juga rentan terkena penyakit pernapasan. Akibat papan angin kencang dan debu yang langsung menerpa.

Posisi anak juga dapat menghalangi pandangan pengemudi. Pikiran yang seharusnya fokus pada situasi jalan, terpecah karena keberadaan anak yang berada di depan. Oleh karena itu, biasakan mengajak anak untuk duduk di bagian belakang sejak awal.

Sabuk pengaman

Walau sudah bisa berpegangan sendiri, namun lebih aman lagi bila menambahkan sabuk pengaman. Atau Anda bisa menyediakan kursi khusus dengan sandaran yang dirancang spesial untuk anak-anak. Pasang di jok bagian belakang, dan anak bisa menikmati perjalanan sambil bersandar dengan aman.

Tidak lebih dari satu anak

Jangan membawa anak lebih dari satu untuk satu motor. Entah satu di depan, satunya lagi di belakang, atau keduanya duduk pada bagian yang sama. Amat membahayakan diri anak dan berpotensi mendatangkan efek yang tidak ringan bila terjadi kecelakaan. (LAF)

 

Foto ilustrasi: Istimewa

Follow Instagram @ETALASEBINTARO

Comments

comments