2809

Perlengkapan Bermotor yang Bisa Menyelamatkan Jiwa

Berdasarkan data Korp Lalu Lintas (Korlantas) Polri, hampir 27.000 orang meninggal dunia karena kecelakaan lalu lintas pada tahun 2015. Dan mayoritas korban adalah pengendara sepeda motor dengan usia produktif. Sungguh sayang. Padahal dengan menggunakan perlengkapan bermotor yang benar, angka kematian tersebut dapat ditekan.

Rata-rata, pengendara sepeda motor menganggap enteng perlengkapan bermotor. Apalagi bila berkendara untuk jarak yang dekat. Coba Anda lihat di sekitar Bintaro, banyak pemotor yang masih belum menggunakan perlengkapan yang benar. Bahkan, anak-anak di bawah umur kerap mengendarai motor dengan kencang tanpa helm!

Jarak dekat tidak menjamin Anda tidak akan mengalami kecelakaan. Karena itu, lengkapi selalu atribut berkendara Anda. Sehingga jikalau terjadi kecelakaan, Anda bisa terhindar dari cedera yang parah atau malah mengancam jiwa. Namun tentu saja, Anda tetap harus mematuhi rambu-rambu lalu lintas dan berhati-hati selama berkendara.

Kelengkapan berkendara tidak boleh dipandang sebelah mata. Tidak hanya Anda sebagai pengendara, tetapi juga orang yang membonceng pun perlu melengkapi diri dengan aksesori berkendara. Apa saja? Mari simak berikut ini.

Helm

Perlengkapan yang satu ini memang wajib hukumnya. Kita mungkin telah sering mendengar helm bermanfaat untuk melindungi kepala dari benturan jika terjadi kecelakaan. Akan tetapi, fungsi helm tidak hanya untuk memenuhi syarat keselamatan berkendara, tetapi juga melindungi dari panas terik matahari, kilau sinar matahari, serta terpaan air hujan dan angin. Untuk anak-anak, ajarkan mereka mengenakan helm ketika membonceng sepeda motor. Pilihkanlah helm yang sesuai untuk anak dan nyaman dikenakan. Dan jangan lupa, pilihlah helm yang sesuai dengan standar keselamatan.

Sepatu

Mengapa harus sepatu? Mengapa tidak sandal? Fungsi keduanya memang berbeda. Perlindungan sepatu jelas lebih lengkap. Apabila bersinggungan tanpa sengaja dengan kendaraan lain, sepatu melindungi telapak kaki lebih baik. Ketika berhenti di lampu merah dan menapakkan kaki, pijakan kaki yang mengenakan sepatu juga lebih stabil. Apalagi saat hujan, mungkin sepatu akan basah, tetapi tidak lebih licin daripada sandal.

Jaket

Saat berkendara dengan sepeda motor, terpaan angin akan terasa lebih kuat. Imbasnya, tekanan dan terpaan angin pada paru-paru akan lebih besar. Jika Anda ingin paru-paru tetap sehat sampai usia senja, biasakanlah mengenakan jaket saat mengendarai sepeda motor, terutama saat malam hari. Selain itu, jaket akan melindungi Anda jika Anda terjatuh dari motor. Setidaknya, kulit Anda tidak langsung bersentuhan dengan aspal yang panas.

Mengenakan jaket saat berkendara pada siang hari mungkin terasa gerah. Namun, jika tidak mengenakan jaket, paparan sinar matahari yang terdiri dari UV A dan UV B akan langsung mengenai kulit. Paparan sinar matahari berlebih dalam jangka waktu lama di atas permukaan kulit juga akan membuat risiko dehidrasi akan semakin besar. Jadi, tetaplah mengenakan jaket ketika berkendara.

Penutup hidung dan mulut

Mudahnya, kita menyebut masker. Meskipun demikian, penutup area hidung dan mulut ketika berkendara tidak hanya masker yang mudah ditemukan di pasaran bebas, tetapi juga dalam bentuk kain khusus. Fungsinya jelas, untuk melindungi area hidung dan mulut dari paparan polusi udara. Rajinlah mengganti masker atau penutup hidung dan mulut lainnya. Selain untuk menjaga kebersihan, cara ini juga bisa menghindarkan Anda dari risiko gangguan kesehatan kulit akibat masker atau penutup hidung-mulut yang kotor.

Sarung tangan

Ini khusus untuk pengendara. Mengenakan sarung tangan memang bisa membuat pengaturan gas di tangan kanan terasa tak nyaman. Namun, Anda bisa menyiasatinya dengan memilih bahan sarung tangan yang tidak terlalu tebal dan lentur sehingga bisa menyesuaikan dengan gerak tangan ketika berkendara. [KUL]

 

Foto ilustrasi: Istimewa

Follow Instagram @ETALASEBINTARO

Comments

comments