29

Pasar Tradisional Unik yang Bisa Jadi Destinasi Wisata

Walau terus terdesak oleh pasar modern, keberadaan pasar tradisional masih eksis. Bahkan beberapa di antaranya ramai oleh para wisatawan. Siapa tahu disela waktu mudik dan liburan ini Anda bisa berkunjung ke pasar-pasar tradisional yang unik ini.

Terkadang untuk alasan destinasi wisata, keinginan berbelanja sudah menjadi nomor kesekian. Alasan-alasan yang utama dan mendominasi bisa tak terduga. Tidak sedikit yang sengaja bertandang untuk merasakan suasana jual beli di sana, menikmati bangunan bersejarahnya yang telah lama berdiri, menelusuri histori keberadaan pasar, hingga mendokumentasikan kegiatan untuk berbagai kepentingan.

Bagi Anda yang tinggal di kota-kota besar, mengajak anak-anak berlibur ke pasar tradisional tidak salah sama sekali. Secara langsung anak dapat meresapi dan merasakan langsung interaksi antara pembeli dan penjual. Adegan yang jarang terjadi di supermarket atau mal. Saat tawar menawar harga, cara mengemas barang, penataan barang, jenis dagangan yang ditawarkan, kebiasaan yang berlaku, hingga pemandangan orang yang berlalu lalang. Sungguh pengalaman berharga sebagai pewarna liburan anak-anak dan keluarga.

Bertamu ke pasar tradisional juga menjadi jalan lain upaya penyelamatan dan proteksi dari kepunahan. Bukan saja menunjukkan fungsinya yang masih dibutuhkan, tetapi juga merawat nilai-nilai tradisional.

Pasar Papringan

Pasar Papringan termasuk pasar baru. Terletak di tengah kawasan bambu, di desa Caroban, Temanggung. Pasar di sini hanya buka di hari tertentu, mengikuti kalender Jawa. Seperti pada Minggu Wage atau Jumat Legi, pedagang akan menjual jajanan tradisional unik yang sudah susah ditemui saat ini.

Pedagang juga tidak boleh menggunakan plastik dan MSG. Sebagai gantinya bungkus bisa berupa besek (kotak dari bambu) dan daun jati. Uniknya lagi, transaksi tidak berlaku bila memakai uang biasa. Pembeli harus menukar dulu dengan koin bambu dan selanjutnya bisa membeli barang sesuai kebutuhan. Di sana, jual beli ada nyata namun terasa permainan tradisional masa lampau.

Pasar Terapung

Bila ingin merasakan nuansa lain dari yang lain, kunjungi Pasar Terapung. Di Kalimantan Anda akan menemukan banyak sekali pasar seperti ini. Seperti di Sungai Barito dan Sungai Kusing, Banjarmasin. Segala aktivitas dilakukan di atas perahu. Dari satu pedagang ke pedagang yang lain Anda harus melompati perahu. Pedagang akan saling merapatkan perahunya sehingga amat mudah di jangkau. Tinggal tahan keseimbangan badan, dan lakukan transaksi untuk mendapat sensasi.

Pasar Bisu

Pasar Bisu berada di Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat. Ramai oleh pengunjung tapi amat hening suasananya. Akad jual beli tidak menggunakan bahasa lisan, namun dengan bahasa isyarat. Atau yang lebih dikenal dengan “Marosok”, peninggalan leluhur disana. Tujuannya, agar pembeli yang lain tidak mengetahui harga yang telah disepakati dengan penjual. Fenomena yang menarik kan?

Pasar Tomohon

Pasar ini ada di Manado. Tenar karena barang dagangan yang ditawarkan. Yakni daging yang tak lazim dikonsumsi oleh masyarakat tempat lain. Anda dapat menemukan daging tikus hutan, kucing, kelelawar, hingga ular. Sebagian berbaris rapi di meja, sebagian lagi digantung untuk memudahkan pembeli memilih sesuai selera. Unik kan? (LAF)

 

Foto ilustrasi: Istimewa

Follow Instagram @ETALASEBINTARO

Comments

comments