26

Norma Menitipkan Rumah ke Tetangga

Menitipkan rumah ke tetangga ketika harus ke luar kota beberapa hari, sudah menjadi hal biasa. Meski biasa dan wajar, bukan berarti bisa seenaknya. Ada aturan main yang harus dipatuhi berdua. Terutama aturan yang tidak membuat repot tetangga.

Badan Pusat Statistik di tahun 2014 pernah merilis penelitian tentang titip menitip rumah ini. Dalam skala nasional menunjukkan, 82,28 persen rumah tangga menyatakan percaya menitipkan rumah pada tetangga saat ditinggal pergi. Angka tersebut juga menggambarkan adanya ikatan komunal yang masih kuat. Menitipkan rumah pada tetangga bukan saja untuk memastikan aset yang kita punya tetap aman, tetapi juga memelihara rasa sosial antar sesama.

Maka menjadi lumrah dan jamak ditemui jasa titip ini terjadi menjelang musim mudik atau liburan. Siap-siap saja bagi mereka yang tidak balik kampung kebagian tugas sebagai penjaga rumah dalam beberapa hari. Tugas yang imbalannya tak mudah diukur dengan materi.

Utarakan keinginan

Dengan sarana komunikasi yang makin beragam membuat Anda tak harus memulainya dengan mengetuk pintu tetangga. Anda bisa mengawali dari obrolan di aplikasi chat dan utarakan niat Anda. Gunakan bahasa yang santun dan terang meminta kesediaannya menjaga rumah kita selama ditinggal. Di tahap selanjutnya, saat bertatap muka, obrolan jadi lebih ringan dan dapat mengatasi rasa kikuk pada tetangga.

Bila akhirnya tetangga memutuskan untuk mengabulkan permintaan kita, ucapkan banyak-banyak terima kasih. Namun bila tidak, tetap hormati keputusannya. Mungkin ada kepentingan lain yang tidak kalah pentingnya selain menjaga rumah kita.

Serahkan kunci dan uang cadangan

Jangan lupa untuk meninggalkan kunci. Baik kunci utama maupun anak kunci bagi pintu-pintu ruangan di dalam rumah. Bila perlu beri keterangan pada tiap kunci agar tidak membingungkan tetangga. Begitu pula dengan barang-barang yang mungkin perlu dititipkan. Misalnya hewan peliharaan atau tanaman dalam pot yang mudah dipindah-pindah.

Tinggalkan sejumlah uang guna membeli kebutuhan apabila terdesak. Sebut saja voucher listrik, pakan, atau pupuk tanaman.

Tugas yang ringan

Ingat, beri tugas yang ringan. Sebab tetangga bukanlah asisten pribadi yang bisa diperintah seenaknya. Tetangga hanya perlu mematikan dan menghidupkan lampu, sesekali menyiram tanaman saat tidak turun hujan, memberi makan binatang kesayangan Anda, dan lainnya. Dengan beban yang ringan tidak akan membuat tetangga kapok mengulangi perannya bila suatu saat kita menitipkan kembali.

Hal yang dilarang

Jelaskan juga pada tetangga apa saja yang tidak boleh dilakukan. Contohnya tidak menyentuh instalasi listrik yang sedang rusak, membuka jendela karena tidak ada teralisnya, meninggalkan pagar tanpa digembok, dan sebagainya. Dengan begitu tetangga memahami karakter rumah dan menjaganya tetap dalam keadaan aman.

Kenang-kenangan

Saat kembali, tinggalkan kenang-kenangan pada tetangga. Berupa buah tangan khas dari daerah Anda atau kado mengejutkan yang membuat hatinya bahagia. Bukan dimaksudkan sebagai upah atas jasanya, tapi murni menjaga nilai-nilai sosial yang mesti terus dirawat. Sekaligus membuat tetangga bisa ikut merasakan nuansa mudik dan liburan. Memulas warna baru dari hari-harinya yang sebagian diisi untuk menjaga rumah kita. (LAF)

 

Foto ilustrasi: Istimewa

Follow Instagram @ETALASEBINTARO

Comments

comments