29

Menjaga Profesionalitas Kerja Saat Sakit Berat

Kondisi di mana Anda sakit kronis namun harus menjaga profesional kerja, memang berat.  Dilema, antara memilih istirahat untuk pengobatan atau menyelesaikan pekerjaan yang sudah menjadi tanggung jawab Anda. Agar tetap profesional, jalan tengah harus dipikirkan.

Tidak seperti flu atau demam biasa, sakit kronis memang membutuhkan perlakuan di level yang berbeda. Izin tidak masuk kantor bukan satu dua hari lagi, namun lebih panjang, bahkan mungkin mengharuskan Anda keluar dari kantor selamanya.

Dalam menghadapi kondisi seperti itu, persiapan yang matang harus direncanakan. Baik untuk Anda sendiri maupun kantor dan kolega supaya tidak ada yang merasa dirugikan. Memaksa diri saat sakit kronis untuk tetap bekerja justru makin membahayakan kesehatan. Namun pergi begitu saja dari kantor juga sama sekali tak profesional dan menyalahi aturan.

Berikut jalan yang mungkin bisa Anda tempuh.

Sampaikan pada atasan dan rekan

Biar bukan berita gembira, segera sampaikan pada atasan dan rekan-rekan. Minta dukungan dan pengertian atas kondisi yang sedang Anda hadapi. Untuk menghindari kesan Anda dari sikap merengek-rengek, gunakan bahasa yang jelas dan tegas. Bila semakin cepat disampaikan, atasan dan rekan-rekan di kantor akan lebih cepat membantu dan mengambil kebijakan terkait tugas yang sedang Anda emban.

Ajukan cuti panjang

Bila aturan cuti panjang berlaku di kantor, manfaatkan kesempatan tersebut. Gunakan waktu libur untuk beristirahat, berobat, dan menenangkan diri. Cuti yang panjang membantu pemulihan dan stamina yang lebih baik. Pikiran lebih fresh dan tentu kembali ke kantor dengan kondisi yang lebih baik dari sebelumnya.

Asuransi kesehatan

Biaya kesehatan terkenal mahal, apalagi menyangkut penyakit kelas berat. Mungkin kantor sudah memberikan jaminan asuransi kesehatan, tapi pastikan kembali untuk masalah yang sedang Anda hadapi. Ajukan saja seluruh klaim pengobatan yang telah dijalani berikut biaya tambahan yang sudah menjadi hak Anda selama sakit berat dan menjalani masa cuti.

Melimpahkan pekerjaan

Karena tubuh yang sedang sakit, otomatis Anda juga tidak bisa optimal bekerja. Minta persetujuan untuk melimpahkan pekerjaan pada teman atau tim. Walaupun tidak semuanya dilimpahkan, setidaknya dengan berbagi beban atau target akan lebih memberi kemudahan Anda untuk mengurangi jam kerja.

Opsi bekerja dari rumah

Bukan egois, tetapi jajaki saja opsi untuk menyelesaikan pekerjaan dari rumah. Sembari berbaring dan istirahat Anda tetap bisa menamatkan tugas. Win-win solution kan? Sakit tertangani, deadline terpenuhi.

Pamit

Pamit adalah pilihan paling akhir. Ambil jika memang kondisi sudah tidak memungkinkan untuk Anda berada di kantor lagi. Meski pengunduran diri terkesan mendadak, akhiri masa aktif Anda sesuai aturan yang ada. Berikan waktu pada kantor untuk menyiapkan segala kebutuhan dan memenuhi semua hak Anda. Pamit juga bukan berarti pisah selama-lamanya. Pengalaman dan kontribusi yang telah Anda miliki tentu akan sangat membantu saat masalah melanda kantor. (LAF)

 

Foto ilustrasi: Istimewa

Follow Instagram @ETALASEBINTARO

Comments

comments