28

Mengenalkan Kejujuran Sejak Awal

Tak perlu menunggu hingga nanti, atau menunda saat anak sudah dewasa. Kejujuran perlu dikenalkan sejak awal. Akan lebih mudah bagi orang tua mendampingkan nilai-nilai kejujuran. Anak lebih mudah menerima dan terbiasa menerapkannya kapan saja. Tanpa ada pembiasaan, anak akan menganggap jujur merupakan barang asing dan paksaan untuk dilakukan.

Tantangan yang dihadapi oleh orang tua semakin besar dan rumit bila terus menunda proses pengenalan. Padahal kejujuran perlu diterapkan dalam tiap lini kehidupan. Tidak ada pula orang tua yang tak berharap anaknya tumbuh menjadi pribadi tak amanah. Membuat repot dan merugikan anak sendiri. Termasuk kelak dijauhi teman-temanya sendiri dan dijauhi orang kebanyakan.

Bangun kesepakatan di antara orang tua terlebih dulu. Lanjutkan dengan konsisten dalam setiap kegiatan di rumah. Jangan bayangkan akan sangat susah. Mulai dari orang tua, lalu anak pun akan mengikuti dengan sendirinya.

Terbuka pada anak

Banyak orang tua tidak menyadari anak enggan berkata jujur karena tidak ada keterbukaan. Orang tua sering enggan menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diajukan, menyembunyikan sesuatu yang seharusnya anak perlu tahu, malas menanggapi, dan lain sebagainya.

Akibatnya, anak juga menjadi menutup diri. Jika dia ganti mendapat pertanyaan dari orang tua, sikap maupun keterangan yang diberikan bukanlah yang sebenarnya. Keterbukaan bukan saja menghangatkan hubungan, namun penting pula sebagai proses pembelajaran.

Jawab pertanyaan tanpa kebohongan

Bila Anda sendiri tak ingin dibohongi, jangan pula membohongi. Terlebih pada anak sendiri. Mungkin Anda jengkel setengah mati dan harus meluangkan waktu lebih lama khusus untuk menjawab tiap pertanyaan yang diajukan. Namun sadarilah, ini momen yang tepat mendalami nilai kejujuran.

Berikan jawaban yang rasional, logis, bisa diterima akal, tanpa ada dusta yang mengiringi. Bila tak sanggup menjawab karena tidak tahu, katakan saja tanpa perlu malu. Jadi Anda dan anak sama-sama terus belajar mengakui kondisi yang riil dialami.

Merespon kebutuhan

Anak tak dekat dengan kejujuran oleh karena Anda tak merespon kebutuhannya. Orang tua hanya membayangkan keinginannya, tanpa siap menerima realita pada anak. Misal urusan prestasi yang tak sesuai prediksi. Orang tua langsung marah dan tak membantu sama sekali anak untuk mengembangkan diri. Orang tua juga cepat emosi bila anak tak sengaja merusak barang, tantrum, dan lainnya. Tak heran, anak takut dan memilih berbohong karena tidak siap menghadapi reaksi balik dari orang tua.

Dari dongeng

Dari dongeng bisa berubah menjadi kisah nyata. Orang tua dapat mengambil contoh pada sejuta hikmah yang tersimpan pada cerita. Sebutkan akibat yang akan diterima bila anak selalu jujur atau malah mengingkari.

Buktikan

Terakhir, kejujuran juga berlaku untuk setiap perkataan dan perbuatan orang tua. Buktikan pada anak sendiri maupun orang lain. Anak akan menyaksikan langsung bahwa Anda tidak pernah melewatkan kejujuran dalam setiap sesi aktivitas sehari-hari. Dengan demikian, dengan atau tanpa orang tua, anak terus mengamalkan kejujuran atas kesadaran diri dan tanpa paksaan sama sekali. (LAF)

 

Foto ilustrasi: Istimewa

Follow Instagram @ETALASEBINTARO

Comments

comments