25

Mengapa Anak Menyukai Mainan Sesuai Gender?

Secara alamiah, anak laki-laki dan perempuan cenderung menyukai jenis dan bentuk permainan sesuai gendernya. Tidak hanya terjadi di negeri ini saja, tapi hampir merata di semua bagian dunia. Banyak faktor yang membuat anak menyukai jenis mainan tertentu.

Misalnya saja anak laki-laki lebih identik lekat dengan mobil-mobilan, robot, dan segala hal berwarna biru. Berbeda dengan anak perempuan yang tak bisa jauh dari boneka, bermain masak-masakan, dan serba pink atau merah jambu. Yang satu sangat maskulin, yang lain terasa sangat bernuansa feminim.

Namun tak perlu menganggap anak bersifat aneh apabila menunjukkan kesukaan yang berbeda. Tidak sesuai dengan gendernya. Hal tersebut masih wajar dan perlu ditoleransi. Sebab, sebelum umur dua tahun anak belum sepenuhnya memahami jenis kelamin yang dimiliki.

Tak perlu dilarang atau dibatasi. Cukup orang tua mengarahkan. Misalnya anak laki-laki Anda cenderung menyukai boneka. Triknya adalah menjadikan boneka sebagai penumpang di bak truk. Jadi, sisi maskulin masih terasa. Atau menyisipkan mobil-mobilan sebagai sarana transportasi menuju pasar sebelum bermain masak-masakan.

Bawaan alami

Faktor paling besar datang dari anak itu sendiri. Alami dipengaruhi oleh jenis gender yang disandang masing-masing. Penelitian yang dilansir oleh City University London, Inggris menyebutkan faktor biologis secara alami mendorong anak untuk memilih mainan berdasar gendernya sendiri.

Selain itu, perbedaaan gender juga menunjukkan bedanya perkembangan kogntif. Di mana daya kognitif turut pula menyumbang suara pada mainan yang lebih spesifik gender. Meski banyak pihak yang meragukan dan belum ada penelitian lanjutan, namun dapat menjadi bahan pertimbangan kenapa anak menyukai benda-benda tertentu untuk dimainkan.

Pengaruh orang tua

Faktor berikutnya yang tak kalah kuatnya adalah pengaruh orang tua dan lingkungan. Terutama norma-norma yang berlaku di masyarakat. Tanpa disadari, anak akan melihat kebiasaan orang tua mendekatkan dirinya pada suatu mainan khusus. Anak juga dapat memahami kebiasaan orang tua yang lebih menerima anak bersentuhan dengan satu atau dua mainan.

Dan, anak jadi menghindar bila orang tua terus menerus menegur atau mengingatkan saat berdekatan dengan jenis mainan yang lain. Otomatis, anak bermain sesuai dengan pengaruh, kebiasaan, dan keinginan yang berasal dari orang tua.

Mindset umum

Begitu pula dengan mindset atau persepsi umum yang turut membentuk kesukaan anak pada mainan. Memberlakukan aturan sosial pada anak untuk bisa diterima apabila memainkan peran sesuai gendernya. Sebaliknya, lingkungan dapat menganggap anak memiliki keanehan bila tidak memilih sesuai kesepatakan sosial.

Iklan dan toko mainan

Terakhir ialah iklan dan toko mainan. Iklan kerap memajang mainan dalam warna biru dan pink, yang otomatis menggiring opini untuk laki-laki atau perempuan. Penempatan mainan pada rak-rak secara terpisah di toko mainan juga demikian. Mungkin dimaksudkan untuk memudahkan orang tua dan anak dalam mencari mainan. Namun, nyatanya menuntun kita ke arah rak yang diumpamakan sama dengan jenis kelamin anak. Seperti terdapat garis imajiner yang membentuk panduan langkah kaki harus berjalan kemana. (LAF)

 

Foto ilustrasi: Istimewa

Follow Instagram @ETALASEBINTARO

Comments

comments