ilustrasi1811_rev

Menakar Porsi Ideal Sayur dan Buah Tiap Hari

Berapa banyak konsumsi sayur dan buah Anda dan keluarga hari ini? Pertanyaan ini bisa jadi susah dijawab. Kita sering tidak mengukur jumlah sayur dan buah yang disantap dalam sehari. Asalkan ada sayur dan buah, sepertinya cukup. Nyatanya, tidak juga. Konsumsi sayur dan buah rata-rata masyarakat Indonesia ternyata masih sangat rendah.

Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Departemen Kesehatan RI pada 2007 menunjukkan, sebanyak 93,6% penduduk Indonesia di atas usia 10 tahun masih kurang mengonsumsi sayuran dan buah-buahan. Apa yang menjadi standar ideal asupan sayur dan buah?

Food and Agriculture Organization atau Badan PBB yang berfokus pada pangan dan pertanian menyebutkan, idealnya konsumsi sayuran adalah 91,25 kg per kapita per tahun dan buah 73 kg per kapita per tahun. Dari angka ini, idealnya orang Indonesia mengonsumsi 400 gram sayuran dan buah-buahan setiap hari. Angka 400 gram artinya sekitar 0,4 kilogram sayuran dan buah-buahan.

Dari jumlah 400 gram ini, bagilah menjadi 3 porsi makan untuk makan pagi, siang, dan makan malam. Dengan kata lain, porsi sayuran dan buah-buahan per satu kali makan utama adalah sekitar 130 gram. Porsi sekitar 130 gram ini terbilang kecil jika dibagi menjadi kategori sayuran dan buah-buahan.

Salah persepsi

Sayangnya, banyak dari kita yang mengabaikan adanya komponen sayur dan buah dalam sekali makan. Justru banyak orang Indonesia yang memprioritaskan nasi dan lauk pauk dibandingkan sayuran dan buah-buahan.

Salah satu akar permasalahan dalam pemilihan jenis makanan ini adalah anggapan makan secukupnya asalkan kenyang. Ini membuat banyak orang sembarang dalam memilih dan mengonsumsi makanan. Tidak sedikit pula orang yang makan karena rasanya yang enak tanpa memperhitungkan aspek gizinya. Akibatnya, orang lebih banyak mengonsumsi daging dan lemak berlebihan. Sementara itu, sayuran terkadang dihindari karena dianggap rasanya yang masih kalah enak dengan daging-dagingan atau goreng-gorengan.

Pola pikir yang orangtua zaman dulu ajarkan juga kurang tepat. Misalnya, memprioritaskan makan nasi putih yang banyak. Padahal, anak tidak harus mengonsumsi nasi putih. Masih ada sumber karbohidrat lain seperti nasi merah, nasi hitam, ubi, dan singkong yang tidak kalah bergizi dan kaya serat. Justru sejak awal anak perlu diajarkan untuk lebih banyak mengonsumsi sayuran dan buah-buahan.

Porsi 1 piring

Menakar jumlah asupan sayur dan buah dalam sehari sebenarnya cukup mudah. Jika Anda mau mencari informasi, akan banyak tampil gambaran ideal konsumsi sayuran dan buah dalam satu piring makan utama.

Dalam satu piring, porsi sayuran adalah sebesar 25%. Porsi buah-buahan juga sekitar 25%. Mudahnya, sayur dan buah ini masing-masing mengambil bagian seperempat porsi dari sajian makan utama, atau total setengah porsi (50%). Komponen sumber karbohidrat seperti nasi hanya seperempat bagian atau 25%. Demikian juga dengan porsi lauk pauk seperti daging, telur, dan tempe yang juga hanya 25%.

Tidak hanya soal pilihan jenis makanan yang perlu diperhatikan, tetapi juga variasi sayur dan buah. Usahakanlah mengonsumsi sayuran dan buah-buahan yang beraneka jenis dan warna dalam seminggu. Misalnya, untuk jenis sayur, pilih sayur bayam, terung, wortel, sawi putih, paprika, dan kol. Untuk jenis buah, siapkan melon, pepaya, anggur, apel, jambu biji, dan manggis. Tujuan dari beragamnya jenis makanan ini adalah agar tercipta kecukupan gizi harian untuk kesehatan keluarga Anda.

Jangan lupa, konsumsilah air putih sekitar 8 gelas per hari atau sesuai kebutuhan fisik. Usahakan mengolah makanan dengan minim pemakaian minyak goreng dan bakar-bakaran. Cara ini dapat mendukung gaya hidup sehat Anda dan keluarga. [KUL]

Gambar ilustrasi: Etalase Bintaro/YonK

Follow Instagram @ETALASEBINTARO

Comments

comments