04

Memperlakukan Anak yang Miliki Indra Keenam

Anak dengan indra keenam memang unik. Bila dapat dikelola dan menemukan wadah aspirasi yang pas, bakal membuatnya berprestasi. Berikan dukungan dan kesempatan untuk anak tumbuh dengan apa yang dia punya.

Pro-kontra hingga sekarang masih menyelimuti indra keenam. Benar ada atau tidaknya  sulit dibuktikan secara ilmiah. Indra keenam juga sering dijuluki sixth sense atau extra sensory perception. Sebagian kalangan menilai sebagai kekuatan supranatural. Bakat alami yang dibawa sejak lahir, dimana anak menggunakan daya intuisi yang luar biasa.

Kemampuannya sering di luar dugaan dan tidak rasional. Misalnya, anak dapat menggambarkan peristiwa di masa mendatang, mengetahui kejadian di masa lalu, menceritakan detail kronologi kisah yang belum terjadi, hingga melihat dan berkomunikasi dengan makhluk halus.

Anak dengan sixth sense juga cenderung menunjukkan sikap yang berbeda. Mudah bosan, cenderung memberontak, sering mengeluh sakit kepala, cemas tanpa alasan yang jelas, pendiam, menjauhkan diri dari pergaulan, dan sok tahu. Hal ini sebagai konsekuensi kelebihannya mengetahui banyak hal dan bingung menempatkan dirinya sendiri.

Namun sadarilah dari awal, bahwa anak bukan sedang berhalusinasi. Dia tidak sakit, apalagi mengidap penyakit kejiwaan. Dia normal seperti anak lainnya, hanya saja membutuhkan penanganan yang berbeda.

Dampingi dan dukung

Jangan biarkan anak Anda merasa sendiri. Jadilah orang pertama yang bisa dia percaya. Ada untuknya, kapanpun, dan dimanapun. Hindari melabeli dengan perkataan yang menyakitkan hati atau memberikan perlakuan kasar. Terutama perlakuan yang jauh berbeda dengan saudara atau teman-temannya. Biarkan dia merasa tumbuh normal seperti anak-anak lainya. Walau mungkin Anda tidak mempunyai bakat yang sama, tetap beri dukungan dan percaya bahwa anak bisa berprestasi dan berkreasi.

Berikan kesempatan berbicara

Tidak mudah bagi anak berbakat sixth sense menceritakan semua yang dialaminya. Serasa ada kekuatan untuk menahan atau memaksa dia berdiam diri. Maka saat dia berbicara atau bercerita, dengarkan saja. Pandang wajahnya dan pasang minat ingin tahu. Ajukan pertanyaan agar komunikasi bisa berjalan dua arah. Mungkin Anda akan dibuat bingung dan tak tahu apa-apa, tapi percayalah jangan anggap dia sebagai anak kecil. Posisikan dirinya sebagaimana layaknya Anda berbicara dengan orang dewasa. Otomatis, dia juga menaruh respek pada diri orang tuanya.

Salurkan bakatnya

Meski kerap bingung, pemurung atau cemas tak berkesudahan, anak berindra keenam memiliki energi yang besar. Sayang kalo tidak tersalurkan. Pahami hobi yang disukai dan fasilitasi. Bantu dia menemukan klub atau kegiatan seru untuk berkecimpung sehari-hari. Di samping agar pikirannya teralihkan menjadi karya-karya yang mengagumkan.

Menerima

Karena alami dan tak bisa ditolak, jadi ajak anak untuk menerima pemberian tersebut. Belajar mengelola emosi dan mensyukurinya. Sebagai jalan kompromi menenangkan diri dan siap menghadapi segala hal yang bakal terjadi. Tidak mudah memang, tapi berikan waktu pada anak agar dapat  berdamai dengan dirinya sendiri. (LAF)

 

Foto ilustrasi: Istimewa

Follow Instagram @ETALASEBINTARO

Comments

comments