10

Membuat si Kecil Lulus Toilet Training

Ada masanya si kecil harus lepas dari diapers. Artinya tahapan selanjutnya, kebutuhan buang hajat harus dilakukan di toilet, seperti layaknya orang dewasa. Namun transisi dari popok ke toilet tidaklah mudah. Orang tua butuh tenaga ekstra dan langkah yang tepat.

Tiap anak menunjukkan kemampuan yang berbeda-beda dalam memulai aktivitas baru ini. Ada yang sudah siap di usia setahun, tapi ada pula yang baru memulai di atas dua tahun. Lama waktu kelulusan pun tidak sama. Anak bisa menyelesaikan “masa-masa ujian” dalam mingguan, tapi tak sedikit yang membutuhkan waktu hingga hitungan bulan.

Lulus dari toilet training memang akan memudahkan orang tua. Tapi manfaatnya lebih dari itu. Anak bisa belajar kemandirian, tanggung jawab, dan menjaga kebersihan dirinya sendiri. Anak yang sudah lepas dari popok juga dinilai lebih siap menyambut dunia sekolah dibandingkan yang belum sama sekali.

Kenali tandanya

Anak yang sudah siap di-training adalah anak yang sudah dapat menunjukkan ekspresi ingin pipis atau buang air besar. Rata-rata ekspresi wajah lebih mudah dikenali saat anak menginjak usia lebih dari setahun. Kenali mimik mukanya dengan baik, agar Anda bisa semakin cepat mengenalkan tahapan baru yang harus dijalaninya.

Bicara dari hati

Kenalkan toilet dengan bahasa yang mudah dan sederhana. Terus ulangi hingga berkali-kali hingga dia mengerti toilet dan fungsinya. Lakukan penekanan pada kalimat, seperti “pipis harus di toilet ya” atau “adek kalo mau ee’ bilang mama ya, nanti kita ke toilet bersama.” Bila anak masih pipis di mana saja, ulangi lagi pesan yang telah disampaikan. Bila terus diingatkan, anak akan lebih mudah membunyikan alarm bagi dirinya sendiri untuk tidak mengulangi pipis di sembarang tempat.

Gunakan popok kain

Anda bisa langsung mengenakan celana kain pada anak selama seharian. Begitu anak pipis, dia akan merasakan hal lain pada dirinya. Dari yang biasanya pipis tetap terasa kering, menjadi mendadak basah dan berbau pesing. Perubahan tersebut akan merangsang kesadaran bahwa ada sesuatu yang beda dan butuh sikap yang beda pula. Lama-lama anak akan menyadari bahwa basah adalah kondisi yang tak menyenangkan dan harus segera dibersihkan. Seiring dengan berjalannya waktu, anak akan jadi risih dan mulai tertarik pada toilet sebagai tempat yang pas untuk pipis.

Ajak ke toilet

Jangan pernah bosan mengajaknya ke toilet. Terutama setelah beberapa saat anak minum. Begitu pula saat anak sudah menunjukkan tanda-tanda ingin buang air besar di jam-jam tertentu. Dampingi saat ke toilet agar anak tidak cedera atau terpeleset. Anda juga bisa memberikan dudukan yang pas supaya anak berada dalam posisi nyaman.

Beri pujian

Meski melelahkan dan membutuhkan waktu yang panjang, tetap beri apresiasi pada anak. Berupa acungan jempol, ciuman, dan pelukan hangat, dan ucapan terima kasih. Anak juga lebih termotivasi untuk melalui semua tahapan dengan sempurna sebab ada dukungan nyata dari orang tuanya. (LAF)

 

Foto ilustrasi: Istimewa

Follow Instagram @ETALASEBINTARO

Comments

comments