30a

Memangkas Campur Tangan Keluarga Besar

Menjadi bagian dari suatu keluarga besar memang ada unsur haru birunya. Kadang menyenangkan, tapi tak jarang membuat kesal. Tak lain dan tak bukan karena campur tangan keluarga yang berlebihan. Entah datang dari orang tua sendiri, mertua, saudara ipar atau kerabat lain. Padahal mungkin sebagai pasangan yang baru menikah, Anda membutuhkan waktu untuk saling belajar dan mengatur sendiri masalah yang ada.

Jangan ragu untuk memangkas campur tangan dari keluarga. Terutama bila sudah memancing stres, bahkan meregangkan hubungan dengan pasangan. Anda tidak mempunyai kendali terhadap anak, keuangan, atau aturan di rumah sendiri, menjadi contoh-contoh adanya kontrol yang terlalu kuat.

Bagaimana cara memangkasnya? Serba salah memang. Ingin merdeka namun bisa dianggap tidak menyukai kehadiran keluarga. Atau muncul konflik yang rumit penyelesaiannya, memicu keretakan relasi yang seharusnya terus terjaga.

Namun jangan pesimis. Ada cara-cara menghalau campur tangan keluarga yang bisa Anda dan pasangan lakukan. Tanpa perlu saling menyakiti, apalagi saling memaki.

Kurangi curhat

Sebagai langkah awal, kendalikan diri Anda sendiri. Tahan diri untuk mengumbar masalah yang menerpa rumah tangga. Tahan lisan memberikan komentar atas apa yang terjadi pada pasangan atau keluarganya. Dijamin ini langkah sederhana meminimalisir reaksi dari keluarga besar. Mungkin awalnya berniat menasihati dan membantu, tapi berubah menjadi ikut campur yang tak ada ujungnya.

Jembatan ke keluarga

Tidak mudah mengutarakan maksud sebenarnya ke keluarga besar. Ambil jalan tengah yang bisa dilakukan dengan pasangan. Yakni menjadi jembatan ke keluarga masing-masing. Anda ke orang tua sendiri, pasangan ke orang tuanya. Saling mengenali gaya dan bahasa yang biasa dipakai, menjadi sarana memudahkan penyampaian maksud dari pembicaraan.

Buktikan Anda bisa

Cara lainnya ialah dengan menunjukkan kapasitas Anda dan pasangan. Buktikan meski lebih muda dari anggota keluarga yang lain, Anda tak kalah sigap menangani segala problema. Efisien mengatur waktu, disiplin, koki yang handal, menjadi orang tua yang ideal, rumah terurus dengan baik, bisnis tetap lancar, bisa melanjutkan studi ke jenjang lebih tinggi, dan lainnya. Buktikan pula Anda andal membantu mengatasi masalah yang dialami oleh anggota keluarga lainnya. Otomatis keluarga akan segan memberikan campur tangan.

Tidak seatap

Bila ingin menghindar, sebaiknya Anda benar-benar menjauhkan diri. Dengan memberikan jarak dan waktu pertemuan, yaitu tidak tinggal seatap. Pilih hunian pribadi yang memungkinkan Anda dan pasangan bisa mandiri. Sekalipun tempat tinggal masih berdekatan, setidaknya mengurangi intensitas pertemuan yang bisa terjadi sepanjang hari.

Serius tapi dengan gaya canda

Ada saatnya Anda merasa sudah tidak tahan lagi. Sudah waktunya untuk mengungkapkan gundah gulana dan rasa yang terpendam selama ini. Minta waktu khusus guna menunjukkan keseriusan Anda. Tapi imbangi dengan gaya canda sembari makan atau minum teh bersama. Sehingga keluarga yang Anda ajak bicara dapat menangkap maksud kata-kata dan memahami kondisi. Semoga saja keluarga tersadar dan kita bebas dari campur tangan. (LAF)

 

Foto ilustrasi: Istimewa

Follow Instagram @ETALASEBINTARO

Comments

comments