18

Lolos dari Intaian Kejahatan Saat Liburan

Kejahatan tak mengenal tempat dan waktu. Di mana saja bisa terjadi, termasuk saat kita sedang berlibur. Tempat-tempat baru yang seharusnya seru, jadi ternodai kejadian tak menyenangkan. Imbangi senang dan santai saat berlibur dengan tetap wasapada. Sedikit langkah antisipasi bisa membuat Anda lolos dari intaian kejahatan.

Bentuk kejahatan bisa beraneka rupa. Kadang justru mempunyai wajah tak yang kasat mata, hingga membuat Anda tidak menyadari telah menjadi korbannya. Seperti pencopetan, berkedok penipuan, memaksa membeli barang-barang, membayar lebih dari harga jasa yang seharusnya, perampasan barang, pelecehan seksual, penodongan, dan lainnya. Kejahatan saat liburan juga sering dibarengi dengan kekerasan fisik. Misalnya pemukulan, pembunuhan, melukai dengan senjata tajam, atau tindakan vandalisme yang lain.

Meski banyak petugas keamanan yang berjaga ditambah kecanggihan teknologi memungkinkan pertolongan cepat Anda dapatkan, namun jangan sampai diri tersentuh kejahatan sedikit pun. Cegah sejak awal, agar pelaku kriminal tak tertarik melirik Anda dan keluarga.

Lengkapi informasi

Bukan saja tentang keindahan atau kemudahan menuju lokasi, tapi temukan dan dalami informasi yang mengulas tempat yang akan dituju. Banyak opini diulas dari blog pribadi atau komentar yang bertebaran di situs jual beli tiket. Jadikan ini sebagai referensi.

Mungkin banyak hal-hal menyenangkan yang bisa dibaca, tapi sedikit pengalaman tak mengenakkan akan menjadi pelajaran berharga bagi kita. Apalagi sudah menyangkut kriminalitas yang paling umum menimpa turis atau pengunjung di lokasi wisata.

Waspada dengan orang baru

Dapat teman baru atau sekadar berkenalan tentu makin menambah semarak suasana liburan. Bukan berburuk sangka, tapi waspada pada orang-orang yang baru dikenal. Terutama mungkin pada orang-orang yang berlaku sok kenal atau menawarkan bantuan secara berlebihan. Sebagai antisipasi saja, kenal boleh tapi tidak diikuti dengan menjerumuskan diri sendiri. Contohnya menghabiskan waktu jalan-jalan hanya berdua atau menitipkan anak pada orang baru. Tak perlu pula langsung menyantap makanan atau minuman yang ditawarkan, siapa tahu mengandung obat tidur.

Sebutkan identitas secukupnya

Mudah berubah muka dan mempunyai trik yang beraneka, sebaiknya Anda hati-hati menyebutkan identitas diri maupun keluarga. Pelaku bisa memanfaatkan situasi dari secuil kata-kata dari mulut Anda sendiri. Sebut saja kendaraan diparkir di mana, tujuan wisata berikutnya, alamat lengkap, pekerjaan, nama sekolah anak, atau di mana Anda menginap. Membuka obrolan dengan orang lain tak salah, tapi hindari menyebutkan hal-hal yang bersifat privasi agar tidak merugi.

Barang tak berlebihan

Membawa barang yang berlebihan selain merepotkan diri sendiri, juga rentan diintai tindak kriminal. Juga dengan aksesoris atau perhiasan yang nampak kemilau dan mahal harganya. Jadi bawalah barang secukupnya dan kenakan pakaian atau aksesoris yang tak mencolok pelaku yang ingin beraksi.

Sepi atau ramai

Hati-hati dengan tempat yang sepi maupun ramai. Di lokasi yang sepi, mendadak Anda bisa jadi sasaran empuk tanpa banyak bisa mengelak. Sebaliknya, kejahatan sering tak terasa di keramaian, termasuk di transportasi umum. Pelan-pelan mendekati dan tak terasa barang pun hilang entah kemana. (LAF)

 

Foto ilustrasi: Istimewa

Follow Instagram @ETALASEBINTARO

Comments

comments