18

Kompak dengan Pengasuh Anak

Pola asuh yang dianut oleh orang tua sering gagal lantaran tidak satu visi misi dengan pengasuh di rumah. Padahal pengasuh punya peran besar dalam pola asuh sehari-hari. Jalin relasi agar pengasuh menerapkan nilai-nilai yang sama pada si kecil.

Sekarang ini sering ditemui anak lebih banyak menghabiskan waktu dengan pengasuh, ketimbang orang tua sendiri. Entah karena alasan sibuk kerja atau lainnya, yang jelas pengasuh menjadi pihak utama yang mengiringi masa-masa pertumbuhan anak. Bahkan kadang lebih mengerti, memahami, atau merespon segala kebutuhan dan cita-cita anak. Untuk pengasuh yang mempunyai karakter seperti ini, tentu orang tua harus bersyukur.

Tapi banyak pengasuh yang kurang pengetahuan dan asal saja dalam menjaga anak. Mengacaukan aturan di rumah dan malah cenderung memberikan kebiasaan-kebiasaan yang buruk. Karena kedekatan dan intensitas hubungan, anak juga mudah tertular hal-hal yang melekat pada diri pengasuh. Tidak sedikit yang terkontaminasi sifat-sifat negatif, dan akhirnya membentuk peringai secara keseluruhan pada pribadi anak.

Bila tak ingin kecolongan, cegah dari sekarang. Jadikan pengasuh sebagai agen khusus di rumah untuk mentransfer nilai-nilai parenting.

Menjelaskan aturan dasar

Jelaskan aturan-aturan yang berlaku di rumah. Harus dilaksanakan dan tidak boleh dilanggar. Baik saat orang tua berada di rumah, maupun sedang bepergian ke luar. Misalnya jenis makanan yang boleh dikonsumsi anak, jam tidur, jam makan, berapa lama waktu bermain, video atau gambar yang boleh dilihat. Serta norma etika dan kesopanan yang tak boleh lupa untuk selalu diajarkan.

Di sisi lain, orang tua juga harus menerapkan aturan tersendiri untuk pengasuh. Misalnya tidak bermain game online saat bersama anak, tidak bicara kasar, menyebut istilah-istilah jorok, dan sebagainya.

Mengenalkan tujuan yang ingin dicapai

Pengasuh perlu mengetahui tujuan yang ingin dicapai dengan melaksanakan semua kesepakatan tadi. Seperti ingin membentuk pribadi anak yang mandiri, beradab, menghormati orang lain, tahu menjaga kebersihan, dan sebagainya. Sehingga pengasuh bisa menyelami makna dari parenting.  

Praktek langsung

Tunjukkan pada pengasuh cara-cara yang benar untuk menangani anak. Cara berbicara, saat mendampingi anak bermain, saat membacakan dongeng, mengajaknya bersih-bersih diri, serta lainnya. Pengasuh akan melihat langsung dan umumnya praktek akan lebih mudah ditiru daripada sekadar mendengar pesan.

Ingatkan

Tak perlu segan mengingatkan, terlebih saat pengasuh lupa atau dengan sengaja mengabaikan. Ingatkan selalu untuk menjaga anak sesuai dengan koridor nilai-nilai yang telah dibangun oleh orang tua. Tentu orang tua bisa menggunakan bahasa yang sopan, sehingga pengasuh juga tidak tersinggung. Jangan lupa untuk tetap terbuka menerima kritik dan saran dari pengasuh.

Ajak ke seminar parenting

Tidak banyak orang tua yang mengajak pengasuh ke acara parenting. Padahal fungsinya sangat besar. Selain pengasuh bisa belajar langsung dari ahlinya, pengasuh dapat memperkaya pengalamannya lewat sesi berbagi dari orang tua lainnya. Ke depan, pengasuh dan orang tua makin kompak menjalankan pola asuh yang telah disepakati. (LAF)

 

Foto ilustrasi: Istimewa

Follow Instagram @ETALASEBINTARO

Comments

comments