22

Kiat Jitu Minta Naik Gaji

Wajar apabila karyawan menginginkan kenaikan gaji. Terlebih bila sudah mengabdikan diri dalam jangka waktu lama. Layaknya seorang anak meminta uang saku pada orang tua, meminta gaji naik level perlu seni dan siasat yang tak biasa.

Meminta kenaikan gaji bukan berarti Anda mementingkan diri sendiri. Mungkin dengan meminta, Anda sudah mengingatkan perusahaan untuk lebih menghargai kompetensi para karyawan dan menepati kesepakatan yang telah dibuat sebelumnya. Misalnya perjanjian awal menyebut kenaikan gaji akan dilakukan secara berkala. Sedangkan manajemen tidak menunjukkan rambu-rambu lampu hijau. Gaji tetap diberikan diangka yang stagnan tanpa ada kenaikan atau bonus sedikit pun.

Meminta gaji bisa menjadi adegan dramatis. Maka, ingatlah hal-hal berikut ini agar si bos tergugah hatinya mengabulkan permintaan Anda.

Cari waktu

Temui atasan Anda untuk mengajukan permintaan di kala yang tepat. Bukan saat ia sedang sangat sibuk, deadline, akan meeting, atau saat moody. Lebih baik minta waktu khusus meski sudah di luar jam kantor. Tujuannya supaya pembicaraan lebih mendalam dan atasan lebih rileks menanggapi permintaan Anda karena tidak ada beban kerja yang harus segera diselesaikan.

Pelajari kondisi keuangan perusahaan

Mengetahui kondisi keuangan perusahaan akan sangat membantu memperkirakan apakah permintaan Anda ditolak atau diterima. Tentu saat perusahaan sedang krisis, permintaan kenaikan gaji Anda kemungkinan besar akan ditolak. Sebaliknya, bila kondisi perusahaan sudah sangat stabil, apalagi bila perusahaan mendapat laba besar karena suatu proyek atau karena jasa Anda, permintaan Anda kemungkinan besar akan bermasa depan cerah.

Tak perlu membandingkan

Mengajukan lamaran kenaikan gaji pada atasan dengan memberikan perbandingan kurang beretika. Misalnya, dengan memberikan pembanding dengan nilai upah perusahaan lain atau rekan-rekan di kantor yang telah mengalami kenaikan lebih dulu dibanding Anda. Kondisi perusahaan lain bisa jadi tidak sama dengan yang dialami oleh perusahaan tempat Anda bernaung. Buru-buru membandingkan dengan rekan kantor sendiri juga tak elok. Mungkin Anda tak sadar bahwa rekan-rekan telah menorehkan prestasi yang belum bisa Anda buat.

Ajukan alasan permintaan

Ajukan alasan dengan jelas dan santun dibalik keinginan naik gaji. Baik untuk kepentingan pribadi maupun menyangkut kinerja yang telah Anda berikan. Seperti untuk membantu pengobatan orang tua yang sakit atau menabung persiapan uang masuk sekolah anak. Atau alasan yang kuat seperti jam lembur yang sering Anda kerjakan, turut menanggung beban pekerjaan karyawan lain, hingga berbagai target yang berhasil Anda raih. Semakin detail Anda mengutarakan kepentingan, semakin mudah perusahaan memahami maksud Anda. Suasana pembicaran lebih santai, baik Anda maupun atasan sama-sama dalam pikiran yang jernih.

Tak perlu ngotot

Persiapkan diri untuk menghadapi kenyataan terburuk, yaitu ditolak. Saat Anda mengetahuinya tetap tenang dan hindari bersikap menantang. Cari tahu alasan rasionalnya. Bila Anda bisa menerima, berikan waktu pada perusahaan untuk mempertimbangkan kembali. Lakukan tugas seperti biasa dan bumbui dengan hasil yang lebih cemerlang. Agar perusahaan perlu berpikir lagi bahwa gaji Anda memang layak untuk dinaikkan. (LAF)

 

Foto ilustrasi: Istimewa

Follow Instagram @ETALASEBINTARO

Comments

comments