03

Ketika Rekan Kerja Tak Bisa Diajak Kompak

Sungguh repot mendapat rekan kerja yang sulit diajak kerja sama. Target pekerjaan bisa tertunda, di samping mengganggu stabilitas relasi dalam tim. Alhasil memengaruhi kinerja. Bagaimana cara ampuh mengatasinya?

Tipe rekan seperti ini memang butuh perlakuan istimewa. Adakalanya kita bisa bersabar, namun seiring berjalannya waktu kita tidak bisa terus mengalah. Sekali dua kali tak apa menerima ucapan yang pedas, sindiran yang menyakiti hati, sikap cuek, kabur dari tanggung jawab, target minim tergapai, kerap telat menghadiri meeting, atau bentuk non-kerjasama lainnya.

Sikap seperti suka mengubah jadwal seenaknya, tukang gosip, pembual, suka mencampur adukkan kepentingan pribadi dengan urusan kantor, juga mesti dihentikan. Apalagi hingga memicu konflik dan bikin sakit iklim kerja.

Harus ada kompromi dan jalan keluar agar goal bisa tercapai.

Sabar dan tenang

Tahan emosi, respon seperlunya. Jangan habiskan energi untuk memikirkan perilaku rekan yang tidak bisa diajak kerjasama. Terlebih saat proses tak mengenakkan sedang berlangsung. Sikapi dengan tenang dan sabar. Tunggu sampai rekan Anda selesai dengan segala tingkah lakunya.

Bila Anda terpancing suasana, selain membuat tim makin sulit bekerja, keretakan secara personal sangat mudah terjadi. Bakal lebih susah lagi untuk memperbaikinya. Sebaliknya, dengan menahan emosi alias sabar, Anda bakal dicap sebagai pribadi yang berwibawa dan bijaksana. Saran dan ide yang Anda ajukan akan lebih didengar dan diperhitungkan.

Opini lainnya

Bagi Anda bisa mengganggu, tapi mungkin tidak bagi yang lain. Jangan ragu meminta pendapat dari rekan lainnya atas apa yang Anda rasakan. Mungkin hal yang sama dirasakan juga oleh teman-teman satu tim. Bisa pula berbeda, karena ada perbedaan persepsi dan rasa sensitivitas. Namun tak menutup kemungkinan, satu sama lain saling terbuka, mengutarakan rasa yang dipendam, dan akhirnya melahirkan solusi yang terbaik bagi semua. Sederhana namun efektif, kan?

Dekati dan tanya alasannya

Ada baiknya melakukan pendekatan pada rekan Anda. Karena tidak ada komunikasi yang baik selama ini, kita jadi tak begitu memahaminya. Padahal mungkin dia tidak tahu bagaimana harus menjalin kerjasama dan berkata baik pada yang lain. Ungkap alasan dan hambatannya. Sedikit kesempatan bicara dan bantuan dari Anda, akan sangat membantu kualitas dirinya.

Minta komitmennya

Situasi makin rumit saat rekan terus mengelak dan menghindar. Di sinilah saat yang tepat meminta komitmennya sebagai bagian dari tim. Rekan telah terikat dalam relasi kerja dan berada dalam satu atap kerja seperti teman-teman lainnya. Bagaimanapun tanggung jawab harus terlaksana sebagai konsekuensi atas kewajiban yang diemban.

Keluar atau tetap bersama

Betapapun pahitnya, berikan pilihan. Tetap bergabung namun mengubah kebiasaan buruknya, atau keluar dengan segala kompensasi yang harus ditanggung sendiri. Pilihan ini sekaligus sebagai upaya untuk menyadarkan rekan bahwa tidak setiap saat tim harus menuruti kemauannya. Rekan juga harus kompromi dengan dirinya sendiri maupun dengan keputusan rekan-rekan lainnya. (LAF)

 

Foto ilustrasi: Istimewa

Follow Instagram @ETALASEBINTARO

Comments

comments