karaoke

Karaoke

Oleh OKTAVIA MARIE 

“Lu liat gak skor gue tadi, 90, Broo!”

“Alaaa… Sombong lu. Baru segitu doang. Minggu lalu gue dapet 98!”

“Bokis lu! Vocalista pelit. Gak mungkin elu dapet sampe lebih dari 90. Seumur-umur gue karaoke di sana sama temen-temen gue, skor maksimal 90. Paling banyak 60-70. Apes-apesnya 45 dah.”

“Elu tau kualitas suara gue emang gak kalah sama itu, yang ikutan di X Factor sama Indonesian idol. Udah deh, terima aja… Suara gue emang oke.”

“Oke apaan? Si Rina aja langsung ngacir waktu elu buka suara, padahal baru satu bait doang. Hahahaha… Kasian elu, Broo..”

“Rina ada urusan kal…”

“Gak cuma Rina. Cindy, Okta, sama Ridwan juga izin duluan cabut padahal elu baru mulai nyanyi. ”

“Perasaan elu aja. Suara gue kan emang oke. ”

“Terserah dah. Yang jelas, gue lebih suka dengerin elu ngorok daripada elu nyanyi! ”

Oscar dan Indra tergelak. Mereka tahu skor menyanyi di Karaoke Vocalista memang tidak valid. Tetap saja, tanding-tandingan skor selalu seru dibahas. Oscar sebenarnya sadar, suaranya paling fals di antara semua teman-temannya. Yang penting dia pede, happy, dan ada Indra, sobat Oscar yang paling tabah menemani karaoke, tentunya setelah mereka merasa tangan pegal berjam-jam main game online. Karaoke pun jadi pelampiasan.

Mereka berdua mengobrol sepanjang perjalanan pulang. Beberapa meter lagi sampai di rumah Oscar. Vocalista hanya beberapa ratus meter saja dari rumah Oscar. Karena sibuk kuliah, baru kali ini setelah 3 bulan, Oscar karaoke dengan Indra, yang juga tetangganya. Rumah Indra masuk gang sempit, lokasinya di daerah belakang kompleks perumahan Oscar.  Mereka pun berpisah di pertigaan.

“Oscar, dari mana saja,  jam 11 baru pulang, ” tanya ibu Oscar yang sedang leyeh-leyeh nonton tv.

“Karaoke, Ma.”

“Karaoke di mana? ”

“Vocalista, Ma.”

“Vocalista? gak salah?”

“Kenapa, Ma? ”

“Dari bulan lalu, Vocalista udah tutup. Bangkrut.”

“Masa sih? Tadi  Oscar karaoke di sana kok.”

“Kamu karaoke sama siapa?”

“Indra, Ma.”

“Oscar, kan sudah Mama bilang, kalau pulang malam, ngomong yang jujur, kamu ke mana aja. Kalau kamu jujur, Mama bisa lebih ngerti. Kamu memang habis ujian dan perlu refreshing, tapi jangan bohong…”

“Ma, Oscar jujur ini. Tadi Oscar karaoke sama Indra di Vocalista, deket rumah kan. Oscar kalau karoke selalu ke situ dari dulu.”

Ibu Oscar mengerutkan kening. Oscar menatap ibunya dengan yakin.

“Nak, Mama belum kasih tau ya? Indra itu sudah enggak tinggal di BSD lagi, udah pindah ke Surabaya, baru minggu lalu pindahnya. Dia dapat kerjaan baru di sana.  Pindahannya juga Buru-buru. Orangtua dan adiknya diajak semua. Baru saja Mama telepon ibunya. Mereka kan asli orang Surabaya juga. Vocalista juga sudah tutup lama, banyak orang yang sudah tahu kalau Vocalista tutup. Sekarang Mama tanya, kamu tadi karaoke sama siapa, dan di mana? ”

Oscar merasa tidak percaya dengan pendengarannya. Tiba-tiba, ia merasa dingin dan merinding.*

Bintaro, setengah dua belas malam

Ilustrasi: Etalase Bintaro/YonK

Comments

comments