14

Harmonisasi Kebhinnekaan Indonesia ala Batavia

Warga Bintaro kembali memiliki alternatif tempat ngopi dan makan. Kali ini, sebuah resto mengusung tema Batavia, sebutan Jakarta tempo dulu. Selain menawarkan aneka kopi Nusantara, Batavia Cafe yang terletak di Lotte Mall Bintaro ini, juga menyajikan makanan Indonesia yang cukup lengkap.

Putih, simpel. Itulah yang terlintas ketika memasuki cafe dua lantai ini. Furnitur kayu dengan desain sederhana berwarna putih bersih berpadu dengan sofa-sofa ungu polos.

Interior cafe.

Nuansa Batavia hadir dalam bentuk lukisan dan foto di dinding, juga wallpaper yang dipasang menutupi dinding ruang dalam. Pun sayup-sayup musik instrumentalia lagu-lagu Jakarta.

Kompilasi kopi Nusantara

Sejak awal, cafe ini memang ingin memperkenalkan kopi dari berbagai daerah di Indonesia. Sebagai simbol harmonisasi keberagaman Indonesia. Dari Sumatera misalnya, ada kopi gayo, kopi mandailing, dan kopi sidikalang.

Lukisan Monas di lantai.

Dari Jawa diwakili oleh kopi uthek khas Banyuwangi. Ada pula kopi bajawa dari Nusa Tenggara Timur. Sedangkan dari ujung Timur Indonesia, tersedia kopi wamena dari Papua. Salah satu signature dari Batavia Cafe ini adalah kopi aroma rasa cold brew wine (non-alkohol) dengan harga Rp 50 ribu dan kopi luwak seharga Rp 85 ribu.

Kopi-kopi Nusantara tersebut dapat Anda nikmati sesuai selera Anda. Mau berbentuk kopi tubruk Nusantara atau kopi pochi yang disajikan dalam pochi tanah liat. Keduanya bisa Anda seruput dengan harga Rp 28.000 per cangkir. Penggemar kopi susu jadul juga bisa menikmati kopi Indonesia ini dengan harga Rp 30 ribu.

Tape bakar teman ngopi.

Bagi Anda yang bukan penggemar kopi, bisa menikmati minuman lain yang tak biasa, misalnya blueberry cheese tea atau orange tea. Cukup dengan merogoh kantong Rp 33 ribu.

Makan kenyang

Biasanya, sebuah cafe yang mengandalkan kopi sebagai sajiannya hanya menyajikan camilan sebagai teman nongki. Namun di Batavia Cafe, Anda bisa mengunyah camilan atau makan kenyang. Karena hidangan makanan beratnya cukup beragam.

Bakmi dokdok Batavia.

Bakmi dokdok batavia misalnya, mie rebus dengan campuran suwiran ayam, kol, dan sawi ini mengingatkan pada mie yang dijual keliling tempo dulu. Taburan bawang dan empingnya, pas dimakan panas-panas saat hujan.

Sedangkan untuk tumpeng mini, Anda bisa memesan sesuai selera, mau yang lauknya telur, ayam, semur iga, dan masih banyak lagi. Semuanya disajikan bersama nasi kuning. Harga termahal (tumpeng semur iga) Rp 58 ribu. Sedangkan untuk tumpeng telur Rp 28 ribu. Semuanya ditemani dengan lauk tempe orek, bihun goreng, sambal goreng kentang, sambal terasi, dan emping. Lengkap dan puas.

Tumpeng mini telur.

Bila Anda sedang ingin makanan berkuah, aneka sop dan soto siap menemani. Mulai dari sop kikil seharga Rp 48 ribu, hingga sop buntut seharga Rp 58 ribu. Untuk soto, Anda bisa memilih soto usus, daging, kikil, ayam, atau batavia. Semuanya disajikan dengan kuah santan.

Namun bila Anda tidak ingin terlalu kenyang, Anda bisa memesan nasi batavia, yaitu aneka nasi dengan satu lauk yang dibungkus dengan daun pisang. Porsinya mini seperti nasi kucing. Bisa Anda nikmati dengan harga Rp 8.000 saja. Anda bisa memilih lauk tuna, ayam, cumi, teri kacang, atau babat.

Oya, sekadar mengingatkan, ketika akan membayar sebaiknya periksa kembali daftar makanan dan harga. Karena sistem yang masih baru, ada makanan yang harganya tidak sesuai dengan yang tertera pada daftar menu. Tapi jangan khawatir, pelayan dan petugas kasir akan dengan ramah melayani dan membetulkan hal tersebut. (YBI)

 

Foto-foto: Etalase Bintaro/Yudhanti Budi

Follow Instagram @ETALASEBINTARO

Comments

comments