01

Gaya Aman Menjaga Anak Bermain di Playground

Playground atau tempat bermain mempersilakan setiap anak untuk bermain. Menjadi tempat favorit bagi anak-anak dan orang tua. Apalagi bila gratis, seperti yang tersedia di mal-mal atau taman terbuka. Namun, tetap perhatikan dan awasi agar anak tetap aman.

Bila sedang sepi, playground bisa serasa milik sendiri. Anak bebas mencoba berbagai permainan yang disediakan. Bergerak tanpa batas dan sesuka hati. Tapi bila sedang ramai, anak Anda harus berebut, antre, bahkan kadang mengalah dengan anak orang lain.

Sialnya, kadang terjadi perebutan dan terjadilah tangisan serta konflik di antara anak-anak. Mungkin karena jatuh dan terluka, kalah berebut mainan, hingga sikap tak mau berbagi dengan sesama. Mayoritas anak lebih kecil kalah bersaing dengan anak yang lebih besar. Parahnya lagi, konflik yang dialami anak memicu konflik antar sesama orang tua.

Sikap yang seharusnya tak perlu terjadi bila kita mau saling mengerti dan memahami. Nah agar suasana bermain tetap terkendali, ada beberapa gaya aman yang dapat dipraktekkan.

Patuhi aturan

Walau bebas bermain, namun tetap ada aturan. Kerap tertulis jelas dan dipajang dalam huruf besar-besar. Tak lain demi kenyamanan bersama dan keamanan anak-anak sendiri. Misalnya, batasan umur yang boleh bermain, dilarang makan dan minum, harus melepas alas kaki, mesti menggunakan kaos kaki, dan sebagainya.

Bila memang umurnya kurang dari ketentuan, ajak anak bermain di tempat lain. Jika umurnya telah melebihi batasan, berikan pengertian dan penjelasan. Jangan lupa untuk meletakkan alas kaki di tempat yang disediakan, sehingga tidak mengganggu anak-anak atau pengunjung lain yang ingin menikmati playground.

Arahkan anak ke permainan sesuai umurnya

Semata-mata demi keamanan dan kenyamanan, jelaskan pada anak untuk bermain di area yang sesuai usianya. Bila bercampur dengan usia yang lebih dewasa, dikhawatirkan akan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Seperti tertabrak karena bersenggolan, tidak mendapat tempat karena antrean terselip anak yang lebih besar, dan sebagainya. Jadi lebih baik antisipasi dari awal, daripada anak mendapat kenangan tak enak di area permainan bersama.

Saat anak mengganggu anak lain

Ada kalanya anak sendiri lebih besar dari yang lain dan merasa lebih berkuasa. Sengaja atau tidak, mungkin berbuat kurang baik pada yang lain. Ingatkan anak untuk tidak mengulangi dan mengucapkan maaf. Sekaligus mengajarkan pentingnya menghormati teman dan berani mengakui kesalahan.

Sedang tugas Anda adalah mendekati orang tuanya. Ulurkan tangan dan sampaikan maaf. Trik ini bukan sekadar basa-basi, tapi juga meredam emosi orang tua si anak.

Bila anak tertimpa masalah

Sebaliknya, bila anak tertimpa masalah karena faktor yang datang dari anak lain, maafkanlah. Segera pindahkan anak ke lokasi yang aman, tenangkan, dan ajarkan untuk memaafkan. Sadari bahwa anak tetaplah anak, yang kadang nalar mereka belum sampai untuk menjaga keamanan sendiri maupun orang lain. Jadi wajar bila terjadi konflik, yang tak perlu disikapi dengan marah-marah atau dibalas dengan perbuatan serupa. (LAF)

 

Foto ilustrasi: Istimewa

Follow Instagram @ETALASEBINTARO

Comments

comments