09

Faedah Cukur Rambut Bayi

Tradisi cukur rambut tak bisa dilepaskan saat bayi baru lahir. Sebenarnya bukan sekadar menjalankan ritual, tapi ada banyak manfaat yang bisa dirasakan. Terutama untuk kesehatan bayi itu sendiri. Orang tua pun bisa menikmati faedahnya.

Tidak ada tuntunan baku dalam dunia medis terkait cukur rambut. Dapat dilakukan saat menginjak umur 10 hari atau menunggu hingga 40 hari, berdasar kebiasaan yang umumnya berlaku di masyarakat. Tidak ada pula panduan khusus yang mengikat orang tua saat mencukur rambut bayi, asal dilakukan hati-hati agar tidak melukai si bayi.

Rambut yang dibawa sejak lahir memang akan rontok alami dengan sendirinya. Berupa rambut-rambut halus atau tipis, yang disebut velus. Kerap terasa tidak merata di  kulit kepala dan teksturnya sangat lembut. Untuk itulah, campur tangan dengan tindakan cukur rambut untuk membuat penampilan rambut lebih baik lagi. Di samping masih ada manfaat-manfaat lainnya.

Tapi jangan berharap dengan cukur rambut, kelak bayi akan memiliki rambut tebal, berkilau atau indah dipandang mata. Rambut tumbuh lurus, ikal, dan sebagainya sangat tergantung faktor genetik (keturunan) dan perawatan dari orang tuanya.

Mengusir kotoran

Manfaat terbesar dari cukur rambut adalah mengusir kotoran yang terbawa saat lahir. Seperti lemak dan kotoran lainnya. Mungkin secara kasat mata tidak terlihat, apalagi sejak lahir bayi sudah beberapa kali keramas, jadi menganggap bahwa kotoran bisa hilang cukup dengan sampo. Padahal lemak dan kotoran melekat begitu kuat pada batang-batang rambut.

Begitu kulit kepala menjadi plontos, barulah sisa lemak akan terlihat jelas, membentuk pola-pola abstrak. Fenomena tersebut mendapat istilah medis raddle cap atau dermatitis seboroik.

Bila dibiarkan, apalagi tidak terdeteksi, lapisan lemak tersebut akan menghambat sirkulasi keringat di bagian kepala dan menjadi ladang tumbuh suburnya berbagai macam kuman. Bahkan penyakit macam bisul, iritasi, luka, bisa antre di kemudian hari. Dengan cukur rambut, setidaknya bayi lebih aman dari ancaman-ancaman tersebut.

Memantau kesehatan

Kulit rambut yang plontos, alias bersih dari helai rambut, lebih memudahkan orang tua mengawasi kesehatan bayi. Seperti telah disebutkan sebelumnya, akan lebih mudah mengetahui gejala-gejala penyakit mulai hinggap, ketimbang harus menunggu rambut rontok dengan alami. Begitu muncul satu pertanda, orang tua bisa langsung menentukan tindakan pencegahan. Penyakit pun bisa dihalau lebih awal.

Membuat nyaman

Dapat diibaratkan, cukur rambut membuat kepala bayi bebas dari beban. Tidak ada rambut yang mengusik tidurnya, membuat geli di telinga, atau menghalangi pandangan kelopak matanya. Keringat di kepala pun terserap sempurna pada bantal, bukan berhenti dan menumpuk jadi kotoran. Kulit kepala lebih sejuk menerima langsung terpaan angin semilir. Membuat suhu lebih sejuk sehari-hari.

Memudahkan perawatan

Tidak hanya memudahkan pemantauan kesehatan, cukur rambut juga memudahkan perawatan. Orang tua tidak kerepotan menentukan bahan sampo yang pas untuk buah hati. Jika sudah terlanjur timbul penyakit tertentu, tanpa halangan rambut, orang tua bisa mengobati dengan lebih ringan dan menyeluruh. (LAF)

 

Foto ilustrasi: Istimewa

Follow Instagram @ETALASEBINTARO

Comments

comments