12

Etika Parkir Mobil di Kompleks Perumahan

Akhir-akhir ini persoalan parkir di area perumahan ramai dibahas. “Punya mobil, punya garasi dong” Begitu kira-kira tagline yang sedang digencarkan. Memang tak salah, sebab parkir sembarangan bisa mengganggu tetangga. Jadi, meski di kompleks sendiri, disiplinkan diri memarkir mobil dengan tertib.

Patuhi norma parkir yang berlaku di lingkungan Anda. Sebab, sekarang urusan ini sudah masuk ranah pelanggaran hukum. Dalam Pasal 671 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata jelas disebutkan: Jalan setapak, lorong atau jalan besar milik bersama dan beberapa tetangga, yang digunakan untuk jalan keluar bersama, tidak boleh dipindahkan, dirusak, atau dipakai untuk keperluan lain untuk tujuan yang telah ditetapkan, kecuali dengan izin semua yang berkepentingan.

Bila dilanggar, sanksinya berupa penguncian ban mobil, pemindahan bodi mobil dengan derek, pencabutan pentil, denda sekian ratus hingga jutaan, dan lain-lain. Belum lagi sanksi moral dan sanksi sosial yang akhirnya membuat relasi dengan tetangga tidak harmonis lagi.

Biar sama-sama enak, letakkan mobil di tempat yang tepat. Anda aman, tetangga nyaman.

Sediakan garasi

Garasi adalah rumah paling ideal bagi mobil saat beristirahat. Aman melindungi dari segala cuaca dan meminimalisir aksi pencuri yang ingin mengambilnya. Dan yang paling penting, dengan berada di dalam garasi, mobil tidak mengurangi jatah lebar jalan mobil lainnya. Anda pun bebas dari picingan mata yang tak suka dan umpatan yang tak enak di dengar.

Optimalkan carport

Jalan lainnya ialah menempatkan mobil di carport. Yakni lokasi lahan kosong yang biasanya berada di bagian halaman depan rumah Anda. Carport juga menjadi alternatif selain garasi, karena fungsinya yang serupa. Sengaja diadakan atas konsekuensi sempitnya luas tanah yang diperjualbelikan di perumahan, hingga meniadakan keberadaan garasi.

Bila Anda khawatir mobil tak aman, cukup pasang kanopi. Memproteksi dari terik matahari dan derasnya hujan yang silih berganti.

Penggunaan lahan kosong

Terkadang ada lahan kosong di area pemukiman yang sengaja difungsikan untuk parkir. Namun, pastikan bahwa kesepakatan tersebut legal. Artinya tidak berlandaskan kemauan beberapa orang, tetapi telah melewati serangkaian diskusi dan persetujuan pihak yang berwenang, seperti ketua RT dan musyawarah warga.

Jangan sampai Anda meletakkan mobil begitu saja di lahan yang kosong, walau masih kawasan perumahan. Selain mudah diintai kejahatan, parkir jenis ini bisa mengganggu kepentingan yang lain. Siapa tahu banyak yang menggunakannya untuk olahraga atau acara kumpul bersama warga.

Buat pula kesepakatan tertulis, titik-titik mana saja yang sah sebagai lahan parkir. Sehingga antar-tetangga tidak saling bersengketa karena urusan parkir.

Depan rumah tetangga

Bila Anda ingin parkir di depan rumah tetangga, dengan alasan kosong dan sedang mendesak, ajukan izin. Beri garansi waktu sampai kapan Anda akan menggunakannya. Baik untuk mobil Anda sendiri maupun milik teman atau saudara yang sedang berkunjung. Jelas tetangga akan lebih merasa dihargai. Urusan parikir pun lebih mudah dikelola. (LAF)\

 

Foto ilustrasi: Istimewa

Follow Instagram @ETALASEBINTARO

Comments

comments