31

Etika Merokok yang Perlu Diketahui

Meski merokok adalah hak tiap orang, namun penggunaannya harus berdasar aturan. Semata-mata demi kemaslahatan bersama. Sebab rokok menghasilkan residu yang dianggap merugikan orang-orang di sekitarnya.

Tanggal 31 Mei adalah Hari Tanpa Tembakau. Meski tanggal tersebut telah berlalu sehari, namun tak bisa diabaikan. Rokok tetap dianggap biang keladi munculnya aneka penyakit pernapasan dan gangguan pada organ-organ vital. Kandungan nikotin tidak mudah hilang meski sudah tidak merokok dalam jangka waktu beberapa lama. Mengendap di paru-paru dan menempel pada baju. Bibir pun menghitam dan bau napas jadi tak sedap.

Asapnya membuat tak nyaman orang lain. Selain karena berbau, juga menjadi sumber beberapa penyakit. Orang yang tidak merokok jadi ikutan sakit. Fenomena yang terkenal dengan sebutan perokok pasif.

Belum lagi abu sisa pembakaran yang terbang seenaknya dan bisa hinggap di mana saja. Bahkan kadang putung rokok tergeletak begitu saja. Mengabaikan kebersihan dan keindahan lingkungan. Rokok juga dianggap pemborosan, karena kerap menyedot anggaran lebih besar dibanding kebutuhan rumah tangga lainnya.

Bila terus dirunut, daftar efek sampingnya masih banyak sekali. Karena itu, agar rokok tidak dipersalahkan terus menerus, gunakan dengan bijak. Patuhi etikanya demi kebaikan bersama.

Isap di ruang khusus

Adanya ruang khusus merokok pada dasarnya bukan menyudutkan para perokok. Justru menjadi jalan tengah untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan. Memfasilitasi para perokok bebas menghirup rokoknya, namun membatasi asap serta efek negatifnya bagi mereka yang tidak menginginkan dampaknya.

Masing-masing pihak harus proaktif. Perokok aktif harus berada di tempat yang disediakan saat ingin menyalakan rokok. Sedang perokok pasif harus mengingatkan bila ada pelaku yang melanggar.

Hindari ruang berAC atau tertutup

Menyalakan rokok di ruang ber-AC atau tertutup sama saja menimbun racun. Udara yang terlanjur tercemar hanya berputar-putar di ruangan, tidak berganti dengan udara yang lebih segar. Otomatis bau tak enak memenuhi ruangan. Orang yang berada di dalamnya pun jadi rentan.

Hormati keberadaan orang lain

Selain itu, perokok harus menghormati keberadaan orang lain. Pikirkan kembali sedang berada di mana dan ada siapa saja. Hindari menyalakan rokok saat berada di dekat bayi, anak-anak, ibu hamil, dan orang sakit. Tahan diri untuk menunda merokok saat ada di rumah sakit, taman bermain, mal, tempat umum, dan sebagainya. Jangan nyalakan ketika menyetir atau sedang di jalan. Sebab abu dan bara apinya bisa membahayakan pengguna jalan.

Sedia asbak

Sediakan asbak di manapun Anda berada. Guna menampung abu atau puntung yang tersisa. Jika sampai terbawa angin, lagi-lagi tak aman untuk orang lain. Kalau tak ada asbak seperti yang biasanya ada di ruang tamu, minimal sediakan kantong agar abu rokok Anda tidak berceceran.

Buang puntung pada tempatnya

Begitu pula dengan keberadaan puntung rokok yang juga tak boleh luput dari perhatian. Membuang puntung sembarangan bisa membahayakan lingkungan. Apalagi saat bara api masih menyala dan merangsang percikan api. Pastikan puntung rokok sudah padam saat hendak dibuang. Bila tak menemukan tempat membuang, simpan terlebih dulu sampai Anda menemukan tempat yang seharusnya. (LAF)

 

Foto ilustrasi: Istimewa

Follow Instagram @ETALASEBINTARO

Comments

comments