10

Colenak, Manisnya si “Mojang“ Priangan

Dari sekian banyak kuliner khas Bandung, colenak adalah salah satu camilan yang tak mudah didapatkan di luar Kota Kembang, termasuk di Tangerang Selatan. Mungkin karena colenak terkesan kurang kekinian, tidak seperti brownies, kue sus, atau pisang molen dari merek terkenal di Bandung. Padahal colenak memiliki sejarah yang cukup lama dan resepnya dilahirkan asli dari tanah Parahyangan.

Bagi pencinta kudapan manis, colenak bisa bikin ketagihan. Camilan dari tape singkong (peuyeum, dalam bahasa Sunda) yang dibakar dan dimakan dengan cairan gula merah dan kelapa parut ini, sangat pas disantap sore hari. Apalagi disajikan bersama teh tawar hangat atau kopi panas. Rasanya yang manis, gurih, dengan sekelumit rasa asam, membuat harmoni yang pas ketika dikunyah.

Saksi Konferensi Asia Afrika (KAA)

Colenak pertama kali ditemukan dan dijual oleh Murdi, warga asli Bandung, pada tahun 1930. Setiap hari ia menjual tape singkong yang dibakar dengan arang ini di pinggir jalan Ahmad Yani, Bandung. Aroma peuyeum yang dibakar menggoda orang yang lalu lalang di jalan tersebut.

Dahulu nama kudapan ini adalah peuyeum digulaan (tape dicampur gula). Namun konsumen menyarankan untuk berganti nama menjadi colenak, singkatan dari dicocol enak.

Memang, cara paling enak menyantap makanan ini adalah dengan mencocolkan tape singkong ke cairan gula merah dan kelapa parut. Dengan begitu Anda bisa mengontrol rasa manis dan gurihnya.

Kelezatan dan keotentikan colenak membuat penganan ini terpilih sebagai makanan yang disajikan kepada para pemimpin negara yang hadir pada Konferensi Asia Afrika di Bandung tahun 1955.

Menikmati colenak

Tape bakar memang paling top disantap saat panas atau hangat. Karena itu, umumnya colenak banyak dijual di daerah dataran tinggi yang berhawa dingin, seperti Bogor dan Bandung.

Sayangnya, di Bintaro dan Tangerang Selatan jarang yang menjual kudapan ini. Untunglah, Hotel Santika Premiere ICE-BSD City menjadikan colenak sebagai menu rekomendasi dari chef bulan ini. Sehingga Anda bisa menemukan colenak di sana. Dengan menghadirkan colenak, pihak hotel berharap dapat semakin memperkenalkan kuliner tradisional Indonesia, terutama kepada tamu-tamu dari mancanegara.

Namun bila Anda punya waktu luang untuk berlibur ke Bandung, tak ada salahnya mencicipi colenak di tempat asalnya, yaitu Colenak Murdi Putra. Kedai yang berada di Jalan Ahmad Yani, Bandung ini dikelola oleh anak cucu Murdi. Di sini, Anda bisa menemukan colenak dengan tiga varian, yaitu original, rasa durian, dan rasa nangka. (YBI)

 

Foto: Dok. Hotel Santike Premiere ICE – BSD City

Follow Instagram @ETALASEBINTARO

Comments

comments