21

Cek Mobil Usai Kembali dari Mudik

Bukan saja diri Anda yang harus siap kembali pada rutinitas setelah mudik usai. Mobil juga menanti untuk segera dicek kembali. Agar performanya stabil dan prima menemani hari-hari Anda lagi.

Mobil telah bekerja ekstra. Lembur berhari-hari dengan jeda sebentar saja. Demi membantu mengisi Lebaran Anda, terkadang semua komponen harus ikut berpartisipasi. Terpapar sinar matahari tanpa henti dan kehujanan tanpa naungan yang mencukupi. Melewati medan terjal dan berbatu. Bahkan harus memuat bawaan yang melebihi kemampuannya.

Sudah selayaknya begitu balik ke tempat perantauan, Anda segera memberikan perawatan. Bak tubuh yang sedang kecapaian, mobil juga memerlukan relaksasi.

Beberapa komponen utama mesti diprioritaskan. Sebab akan berbahaya bila tak mengetahui kondisi yang sebenarnya. Selain itu Anda tak boleh melewatkan lampu utama dan lampu sein berfungsi sebagaimana mestinya.

Rem

Kapanpun dan dimanapun rem harus berada dalam kondisi sigap. Menghentikan laju kendaraan tepat saat diminta. Untuk itu Anda harus mengecek ketebalan kampas, piringan, dan pelumas. Atau umumnya disebut oli rem.

Khusus untuk oli rem ini, pengendara kerap melupakan perannya. Padahal bila sampai kehabisan, rem akan tersendat dan tentu membahayakan para penumpang di dalam kendaraan.

Pelumas

Walau sebelum keberangkatan Anda sudah melakukan pengecekan, tak masalah Anda mengulanginya kembali. Rata-rata pelumas atau oli perlu diganti setelah mobil menempuh perjalanan sejauh 10.000 kilometer. Atau ketika mesin terlalu keras bekerja.

Anda bisa melihat pelumas melalui dip stick dan setelah itu pastikan tidak ada kebocoran. Bila sampai terasa ada yang basah, menandakan ada yang cairan oli yang merembes keluar.

Aki

Kebutuhan listrik pada mobil tak boleh terganggu. Pemeriksaan biasanya berkaitan dengan tegangan listrik tetap stabil dan sambungan kabel utama pada terminal tetap kencang. Yakni kabel yang terhubung langsung ke terminal positif maupun negatif di dalam rangkaian aki.

Suspensi dan roda

Faktor umum penyebab suspensi cepat rusak adalah mobil tidak melewati jalan aspal, ban sering terkena lubang berbatu, jalur bergelombang, dan sebagainya. Sehingga kurang bisa meredam goncangan.

Anda cukup melihat dan meraba bagian tabung. Jika terdapat rembesan, berarti ada bagian piranti yang rusak. Sedang tekanan ban bisa dicek dengan metode tread wear indicator. Berupa alat berbentuk segitiga untuk melihat keausan ban.

Kopling

Periksa juga komponen kopling. Terutama untuk Anda yang kemarin mudik menggunakan mobil bertipe manual. Kopling rentan aus jika terus menerus bergesekan dengan mesin. Saat melakukan pemeriksaan kedalaman kopling, jangan stel ulang apabila kondisinya sudah tipis. Lebih baik ganti saja agar tidak memberikan pengaruh negatif pada piranti lainnya.

AC

Indikator AC sehat pada mobil dapat diketahui dengan mudah. Anda bisa langsung merasakan lewat suhu yang dihembuskan. Ketika AC terasa panas padahal sudah diatur sedemikian rupa, menandakan ada kebocoran. Bila tak yakin dapat memperbaikinya sendiri, sebaiknya Anda segera membawa mobil ke bengkel. Mengupayakan AC sehat kembali dan tetap menggaransi udara yang Anda hirup bersih setiap saat. (LAF)

 

Foto ilustrasi: Istimewa

Follow Instagram @ETALASEBINTARO

Comments

comments