24

Cara Ampuh Atasi Bos Rewel

Punya atasan yang suka rewel memang bikin runyam. Sedikit salah ucap dan salah perlakuan bisa berakibat panjang. Suasana kantor tak nyaman, pun suasana hati sendiri tak tenang. Tak perlu dibawa pusing, ada solusi agar bos menjadi mitra yang menyenangkan.

Bagaimanapun hati atasan memang perlu dimenangkan, tetapi bukan selalu menuruti keinginan. Sebab belum tentu opininya sesuai dengan tujuan pekerjaan yang ingin diraih.

Walau sudah menjadi karakter pribadinya yang suka marah-marah, membentak, banyak maunya, tidak bisa mengambil keputusan dengan cepat, hingga bertele-tele dalam menerangkan langkah prosedur kerja, atasan tetaplah atasan.

Buru-buru memberi penjelasan bisa langsung dicap menggurui. Tapi mendiamkan justru membawa kerugian pada diri sendiri. Bahkan rekan-rekan yang lain juga harus menanggung ulah bos yang suka rewel.

Bak menangani anak kecil yang sedang tantrum, sudah saatnya Anda melaksanakan jurus andalan. Seperti berikut ini.

Instropeksi diri

Jangan baper dulu. Pikir ulang dengan instropeksi. Adakah faktor dari dalam diri sendiri yang menjadi penyebabnya. Mungkin atasan tidak puas dengan hasil pencapaian kita atau selama ini kita tidak menyadari ada sikap yang sangat mengganggu bos dan teman-teman.

Boleh saja atas menyalahkan bawahan atas segala ketidakberesan. Namun, jangan ditiru. Coba cermati diri sendiri. Mungkin memang benar apa yang dikatakannya, sehingga kita perlu menggenjot kinerja agar lebih giat lagi.

Jika menjadi dia….

Cara lainnya adalah dengan mengubah sudut pandang Anda. Coba pahami posisi bila menjadi dirinya. Selain menjadi bos memang tidak mudah, telisik lagi beban dan latar belakang yang harus diemban. Segala pengalaman dan tempaan hidup tentu yang jadi alasan kuat mengapa bos menjadi suka rewel.

Mungkin setelah itu Anda lebih mudah memahami, menerima, dan melangkah dalam tiap kerewelan yang dimiliki atasan. Pikiran lebih tenang, dan Anda lebih santai menyikapinya.

Dengarkan sampai tuntas

Saat atasan bertingkah, dengarkan saja sampai tuntas dan ia merasa puas. Memang dalam situasi ini Anda harus sabar. Setelah itu, lanjutkan dengan penjelasan dan memberi komentar. Setidaknya bos sudah meluapkan segala uneg-uneg yang terpendam, jadi emosinya telah mereda dan siap bergantian menerima opini Anda.

Opsi dan konsekuensi

Lebih baik berikan beberapa opsi daripada hanya satu jalan pemecahan. Plus tambahkan konsekuensi dari masing-masing pilihan yang diambil. Dengan demikian, bos juga akan mendapat bayangan keputusan apa yang mesti segera diambil. Tidak perlu uring-uringan terus dan membuat susah orang lain.

Sampaikan dengan perlahan

Sampai tiba waktunya Anda harus menyampaikan keluhan atas tabiat yang tidak nyaman ini. Sampaikan kala senggang dan penuh bahasa keakraban. Terangkan alasan kuat mengapa Anda mengutarakannya. Mungkin atasan tidak senang dan Anda bisa mendapat suatu punishment. Namun, atasan harus tahu dan menyadari ada kompromi yang harus dilakukannya selama berinteraksi dengan bawahan. (LAF)

 

Foto ilustrasi: Istimewa

Follow Instagram @ETALASEBINTARO

Comments

comments