14

Bujet Angpao Lebaran yang Sehat

Lebaran dan salam tempel merupakan gabungan yang sulit dipisahkan. Bagian dari melestarikan tradisi sekaligus memenuhi rasa ingin berbagi. Namun, jangan sampai pemberi angpao tekor karena tanpa perhitungan.

Rasanya sudah menjadi kewajiban bagi yang sudah punya penghasilan sendiri membagi-bagikan amplop saat Lebaran tiba. Pada keponakan-keponakan yang masih kecil, saudara yang belum menikah, maupun orang tua yang sudah tidak bekerja. Tidak ada penolakan, justru ajang yang dinanti-nanti oleh siapa saja.

Agar kesenangan juga bisa dirasakan oleh pemberi angpao, strategi keuangan harus dijalankan. Memberi angpao dari anggaran khusus yang sudah dipersiapkan jauh-jauh hari. Bersumber dari tabungan pribadi atau menunggu THR turun di bulan puasa.

Angpao Lebaran memang bisa menjadi beban. Tetapi kadar beratnya persoalan bisa dikurangi bila calon pemberi memahami besar nilai angpao yang tepat. Tidak memaksakan diri, apalagi berubah jadi kerugian finansial bagi diri sendiri.

Kebutuhan bulanan tetap aman

Pastikan semua kebutuhan tetap terjamin. Baik menjelang Lebaran maupun setelahnya. Anggaran untuk makan, membayar listrik dan air, uang transportasi, uang sekolah anak, dan lain-lain tidak terganggu besarnya alokasi untuk angpao. Setelah kebutuhan terhitung aman, Anda bebas menggunakan sisa uang yang ada. Termasuk memasukkannya ke dalam amplop untuk dibagi-bagi saat Lebaran nanti.

Kalaupun sisa uang tidak mencukupi jumlah orang yang Anda beri, buat saja prioritas yang mana yang pantas didahulukan. Misalnya anak-anak kecil yang selalu berharap pemberian Anda atau untuk meringankan musibah yang sedang menerpa saudara.

Tutup utang dulu

Selain kebutuhan, Anda juga perlu memastikan semua tanggungan telah terselesaikan. Terutama utang-utang yang harus segera dibayar. Misalnya tagihan kartu kredit setiap bulan atau kewajiban mencicil pinjaman pada orang lain. Bila sudah beres, hati akan lebih tenang menyebarkan amplop-amplop berisi uang. Lain ceritanya bila masih ada kewajiban yang dilewatkan. Bayang-bayang beban utang akan terus menghantui selama Lebaran? Tidak enak kan rasanya?

Tidak mengambil dana darurat

Mayoritas perencana keuangan tidak menyarankan angpao diambil dari dana darurat. Alasan yang paling kuat adalah berbagi uang saat Lebaran bukan kondisi yang mendesak. Bukan kewajiban yang menuntut pertanggungjawaban seseorang. Jika memang kesempatan kali ini tidak bisa berbagi, berlapang dada saja. Jaga dana darurat tetap utuh, lalu tingkatkan tabungan agar tahun depan bisa berbagi dengan lebih riang.

Sesuaikan dengan umur penerima

Agar angpao sehat, sesuaikan dengan umur penerima. Sekaligus menghemat anggaran karena Anda tak perlu memukul rata untuk semua usia. Kadang anak kecil hanya berharap amplop yang lucu dan berwarna-warni. Tak peduli dengan isinya. Berbeda dengan yang lebih dewasa. Isi amplop sangat menentukan untuk mendapat barang-barang yang diidamkan, misalnya.

Bukan hasil berutang

Jangan sampai memaksa diri berutang karena ingin berbagi-bagi uang. Dalam dunia finansial dianggap sebagai jalan yang salah kaprah. Jalan yang malah menuntun Anda masuk dalam jeratan utang tak berkesudahan. Karena belum tentu setelah Lebaran Anda bisa menutupnya. Di samping masih banyak kebutuhan yang menanti untuk dipenuhi. (LAF)

 

Foto ilustrasi: Istimewa

Follow Instagram @ETALASEBINTARO

Comments

comments