20

Bijak Sisihkan Dana Membeli Mainan Anak

Dunia anak adalah bermain. Di manapun, anak-anak seolah tak bisa jauh dari mainan. Kadang hasrat untuk memenuhi kebutuhan bermain begitu besar, tapi terhalang dana untuk mewujudkannya. Solusi terbaiknya tentu tersedia dana yang mencukupi. Namun sebaiknya darimana dana-dana itu berasal?

Tanpa ada perhitungan khusus atau rencana yang matang, membeli mainan akan sangat memberatkan. Keuangan bulanan bisa jebol dan mengganggu anggaran bagi kebutuhan yang lain. Apalagi kadang anak menunjukkan sikap tak mau kompromi saat sudah mendambakan mainan di depan matanya. Mainan akhirnya tampil bak buah simalakama. Tak dibeli anak tidak happy, terbeli orang tua gigit jari.

Bagaimanapun anak-anak memang layak mendapatkan mainan. Bangun komunikasi dengan pasangan dan anak Anda. Misalnya, mainan dapat dibeli di saat-saat tertentu dengan dana yang telah siap digunakan. Tidak ada yang merasa rugi dan terbebani.

Namun demi kebaikan anak sendiri, jangan sekali-kali menuruti jika memang sebelumnya belum ada kesepakatan untuk membeli. Jangan pula membeli dengan menggesek kartu kredit atau berhutang. Satu lagi, berikan mainan sesuai umur dan tahap perkembangan.

Berikut anggaran yang bisa Anda utak-atik agar anak makin menyelami dunia bermainnya.

Pos khusus

Pos khusus ini bisa Anda sisihkan dari pemasukan yang masuk tiap bulan. Mungkin telah disepakati membeli mainan hanya sebulan sekali atau dalam waktu tertentu. Sehingga Anda lebih mudah mengatur pengeluaran untuk mencukupi kebutuhan anak bermain. Tapi bila pemasukan sangat terbatas, dan membeli mainan dianggap kebutuhan tersier, minta kesabaran supaya bisa menabung.

Angpau

Sumber pembelian mainan bisa juga diperoleh dari angpau. Istilah lain dari uang yang diselipkan dalam amplop, dan kerap didapat anak-anak saat hari-hari besar. Karena uang tersebut telah diberikan, maka berikan kesempatan agar anak-anak dapat memanfaatkannya guna membeli mainan.

Hadiah atas prestasi

Terkadang hadiah atas suatu prestasi bukan hanya trofi, tetapi juga uang tunai. Biarkan anak menikmati hasil jerih payahnya. Mungkin sambil beristirahat setelah masa pelatihan yang panjang, anak bisa menggenggam mainan impiannya. Membayar mainan dengan uang tunai yang telah didapat.

Dana darurat

Ada saat di mana mainan diperlukan saat anak sakit, merasa sedih karena kehilangan, atau untuk menghilangkan trauma atas peristiwa tertentu. Kondisi mendadak yang tak diimbangi dengan pasokan dana untuk membeli. Nah, Anda bisa mengambil dana darurat atau tabungan cadangan guna mengembalikan mood atau membantu pemulihan kesehatan anak.

Hasil jerih payah anak

Mungkin anak Anda mempunyai jiwa entrepreneurship sejak kecil. Fasilitasi dan kembangkan agar anak belajar memenuhi kebutuhannya sendiri. Termasuk membeli mainan dari hasil jerih payah usaha yang telah dirintisnya. Misalnya dari menjual snack ringan pada teman-temannya, atau dari hasil membantu orang lain. Sejak awal, anak sudah belajar mainan yang akan didapat seperti apa. Tidak melebihi ekspektasi dan keuntungan yang diperoleh. (LAF)

 

Foto ilustrasi: Istimewa

Follow Instagram @ETALASEBINTARO

Comments

comments