08

Berkenalan dengan Rumah Tumbuh

Konsep rumah tumbuh hadir dengan solusinya yang gemilang. Bisa dibangun keseluruhan, atau bertahap sesuai kebutuhan. Suka-suka pemilik rumah, karena rumah tumbuh bak permainan lego, bisa dibongkar pasang. Seru kan? Yuk berkenalan dengan konsep rumah tumbuh yang sederhana tapi maksimal fungsinya.

Sesuai kata yang melekat pada namanya, yakni tumbuh, rumah tumbuh mengusung konsep otak-atik pada ruangan-ruangan didalamnya. Melalui pembangunan bertahap, rumah tumbuh sangat meringankan beban hunian yang kerap menghantui. Seperti lahan sempit di perkotaan, mahalnya ongkos bahan bangunan, dan jumlah ruangan yang terbatas.

Dengan menerapkan rumah tumbuh, Anda tak perlu khawatir lagi. Rumah bisa dikembangkan sesuai kebutuhan. Misalnya menambah kamar saat jumlah anak bertambah atau menjadikan rumah memiliki lantai lebih dari satu. Bisa pula dicicil sembari mengumpulkan uang tabungan untuk tahap pembangunan selanjutnya.

Hanya perlu mengetahui kunci-kuncinya supaya konsep rumah tumbuh bisa diaplikasikan dengan benar.

Desain vertikal/horisontal

Mengembangkan rumah ke arah vertikal atau horisontal umumnya sangat dipengaruhi oleh luas lahan. Bila lahan sempit umumnya dikembangkan ke atas, yang disebut pula desain vertikal. Sedang bila dikembangkan ke samping kanan atau kiri, dijuluki desain horisontal. Jadi luasnya rumah tidak terhalang luas lahan sama sekali. Tanah bisa dioptimalkan fungsinya, atau sengaja tersisa untuk mekarnya bunga-bunga atau tanaman lainnya.

Ruang yang diperlukan

Sebelum memulai, Anda perlu memperhitungkan dengan matang jumlah ruangan yang dibutuhkan, saat ini maupun di masa mendatang. Misalnya saat ini Anda hanya membutuhkan sebuah kamar tidur, ruang makan, dapur, satu kamar mandi, dan ruang tamu. Dengan alasan belum ada penambahan jumlah anggota keluarga. Jika kelak hadir seorang anak atau lebih, Anda akan berencana menambah lantai yang diisi kamar ekstra dan ruangan-ruangan lainnya.

Fondasi dan atap bangunan

Inilah yang menjadi titik beratnya. Yakni fondasi dan atap rumah. Sebaiknya fondasi lebih kuat untuk desain vertikal daripada horisontal. Beban ke atas dapat teratasi dengan mudah dan tak perlu lagi bongkar-bongkar hingga ke dasar. Untuk itu, fondasi dari beton jadi paling ideal.

Atap bangunan bentuknya tidak seperti rumah pada umumnya. Bagi rumah tumbuh, atap terbaik berbentuk dag. Atap yang bisa diteruskan sebagai lantai pada tingkat rumah berikutnya. Membuat kesan seolah rumah sudah selesai seutuhnya. Padahal masih bisa diteruskan hingga lantai-lantai selanjutnya.

Bahan bangunan

Karena terus berkembang, jangan gunakan bahan bangunan dengan kualitas rendahan. Terutama untuk bagian fondasi, dinding, dan lantai tempat berpijak. Pilih cat yang tahan lama dan anti jamur. Pasang bata atau bahan lain sebagai struktur dinding penyokong lantai atasnya. Teliti sebelum membeli, agar kelak tidak merugi.

Biaya pembangunan selanjutnya

Sebab konsepnya yang tidak meminta langsung jadi, Anda bisa pelan-pelan mengumpulkan biaya demi ruang ekstra impian. Perhitungkan kenaikan biaya bahan bangunan dan ongkos jasa tenaga yang terkait erat dengan inflasi. Jadi dana yang disiapkan sesuai harga ekspektasi di masa mendatang. Anda tidak merasa kekurangan, rumah tumbuh pun bisa diwujudkan. (LAF)

 

Foto ilustrasi: Istimewa

Follow Instagram @ETALASEBINTARO

Comments

comments