16

Bantu Ibu Melahirkan Terhindar dari Baby Blues

Hampir 50 hingga 80 persen ibu pasca melahirkan mengalami baby blues. Angka dan fenomena yang luar biasa, namun sayang tidak mendapat perhatian penuh. Padahal dampak ibu yang ‘terjangkit’ bisa fatal pada dirinya sendiri, keluarga, orang-orang di sekitar, dan bayi yang baru saja dilahirkan. Yuk, bantu ibu melahirkan terhindar dari keadaan satu ini.

Banyak yang tidak menyadari bahwa baby blues adalah sakit yang butuh penanganan serius. Hanya dianggap kelelahan sehingga ibu bertingkah aneh dan suka marah-marah tanpa alasan yang jelas. Cemas dan khawatir berlebihan, sedih yang tak kunjung reda, tidak percaya diri dengan penampilan, tidak mau mendekati bayinya, khawatir menjadi ibu yang jauh dari sempurna, adalah indikasi lain terjadinya baby blues. Tanda lain, perilaku ibu berubah drastis.

Istirahat saja tidak cukup. Karena penyebabnya bisa berasal dari hormon dan faktor eksternal. Seperti tekanan menjadi ibu baru, sejarah depresi pada keluarga, kurangnya bantuan, dan terisolasi pergaulan.

Setelah tahu sebabnya, tak usah ragu untuk membantu. Sedikit aksi nyata sudah dapat menyelamatkan ibu dari ganggaun depresi ini. Terutama para suami yang ingin istrinya selalu bahagia mengasuh buah hati.

Ulurkan bantuan

Bantu ibu yang akan melahirkan mempersiapkan segala sesuatunya. Misalnya menemani belanja perlengkapan bayi yang akan lahir, siap siaga mengantar ke klinik bersalin, memberi semangat dan pendampingan saat bayi lahir. Tidak berhenti di situ, ulurkan tangan untuk menyelesaikan pekerjaan domestik sehari-hari dan kepentingan lain terkait urusan ibu dan bayi. Perhatian, kehadiran, dan dukungan dari orang-orang terdekat akan lebih mudah menjaga suasana batin ibu baru.

Rileks dan santai

Buat ibu merasa nyaman dan santai dengan kehadiran bayi barunya. Sebelum masa kelahiran, suami dan keluarga bisa menyiapkan asisten rumah tangga agar ibu tidak terpecah fokusnya memikirkan kesibukan di rumah. Sediakan kursi santai khusus untuk menyusui dan hidangan yang disukai si ibu. Luangkan waktu sejenak mengurus bayi agar ibu bisa sesekali menyelinap sebentar merawat diri di pusat-pusat kecantikan.

Berikan hadiah

Baby blues juga sering membuat ibu beranggapan melahirkan adalah peristiwa yang salah dan menyakitkan. Mari bantu ibu untuk membuang pikiran tersebut jauh-jauh dengan memberi hadiah. Misalnya baju menyusui, voucher belanja, atau voucher ke salon. Jadi mengubah persepsi menjadi melahirkan ialah momen yang perlu dirayakan dan dihargai.

Pujian bukan makian

Jika tidak bisa memberikan pujian, hindari melontarkan kata-kata makian. Jangan melihat kekurangan pada ibu, sebab ibu baru butuh proses belajar merawat bayinya. Bila ingin memberikan saran, sampaikan dengan kata-kata yang tak menyakiti hati, apalagi menggurui. Hormati pula metode melahirkan dan caranya merawat bayi.

Ajak bicara

Bila ibu sudah menunjukkan tanda-tanda tak nyaman dengan status barunya, jadilah pihak yang bisa menampung aspirasinya. Buka dialog dan dengarkan segala keluh kesahnya. Sang ibu bukan sedang manja, namun dia butuh teman bicara sebagai pelampiasan dari masalah yang tertanam di benaknya. Meski kita tak selalu tahu solusinya bagaimana, setidaknya ibu tahu bahwa dia tidak sendiri. (LAF)

 

Foto ilustrasi: Istimewa

Follow Instagram @ETALASEBINTARO

Comments

comments