13

Bahaya Buruk Cacingan pada Orang Dewasa

Walau sudah dewasa, bukan berarti bebas dari penyakit cacingan. Jika sampai masuk ke dalam tubuh, cacing akan menimbulkan beraneka penyakit. Sama bahayanya seperti saat hinggap di tubuh anak kecil. Ketahui efek buruknya, agar kita bisa menjaga diri dan aman dari jangkauan cacing.

Jenis cacing tambang, cacing pita, dan cacing gelang adalah sebagian yang sering dijumpai dalam pencernaan manusia. Kuku yang kotor, makanan yang tercemar, atau lewat telapak kaki yang telanjang menjadi pintu akses cacing masuk ke dalam tubuh. Makin mudah sebab cacing masih berbentuk larva atau telur, dan baru menetas menjadi cacing dewasa saat mencapai usus.

Di sanalah dia mulai beternak dengan mengandalkan makanan yang sudah setengah diproses sebagai sumber kehidupannya. Namun, tak hanya di usus, cacing juga kerap memilih paru-paru sebagai sarangnya dan organ-organ lainnya. Mengerikan bukan?

Gejala atau tanda-tanda tertentu hampir tak terlihat saat seseorang sudah kemasukan cacing. Namun, lambat laun tubuh akan mulai menunjukkan perubahan.

Badan lesu dan lemah

Saat cacing mulai beraksi, darah yang mengandung nutrisi ikut diserap. Hasilnya badan kita terasa lesu dan lemah. Dalam jangka pendek, Anda bisa dibuat tak menyadarinya. Hanya dianggap rasa malas dan mengantuk yang mendominasi aktivitas sehari-hari. Namun, bila rasa lesu dan lemas berlangsung cukup lama, baiknya Anda waspada.

Kekurangan zat gizi

Selain darah, cacing juga menyerap zat penting lainnya. Seperti protein dan karbohidrat. Nutrisi tubuh yang seharusnya terpenuhi, diambil alih oleh cacing. Bila tubuh sampai kekurangan zat penting, alhasil daya tahan menurun dan penyakit lainnya ikut-ikutan mengintai.

Batuk tak mereda

Penyakit cacingan juga membuat penderitanya mengalami batuk tak berkesudahan. Bahkan akut dan menahun. Hal ini sebagai imbas cacing yang menetap di paru-paru. Mengganggu kinerja organ pernapasan dan menghalangi kelancaran aliran darah di sana. Jika Anda mengalami kondisi seperti ini segera periksakan diri.

Nyeri pada bagian perut

Bukan nyeri biasa, cacing di perut juga merangsang terjadinya diare atau konstipasi. Bagian perut terasa tak nyaman dalam waktu lama dan rangkaian proses mengolah makanan di dalam tidak berjalan sebagaimana mestinya. Durasi membuang kotoran yang seharusnya teratur, menjadi terlalu sering atau malah jadi aktivitas yang langka.

Berat badan rendah

Karena nutrisi yang tidak terserap maksimal oleh tubuh, tentu saja badan memiliki berat yang rendah. Penampilan jadi suram karena tubuh berbentuk kurus tapi perut membesar. Kulit terasa kasar dan bersisik. Sedang rambut terlihat kusam, seolah jarang dirawat secara rutin.

Nafsu makan hilang

Kehilangan nafsu makan merupakan dampak lanjutan karena tubuh selalu merasa lemah dan lesu. Otomatis hampir dalam segala kegiatan Anda melakukannya dengan setengah hati, termasuk untuk urusan makan. Selera menghabiskan seporsi makanan saja dapat berubah jadi kegiatan yang menyusahkan. Karena tak ada lagi selera atau hasrat yang terbesit terkait kepuasan perut. (LAF)

 

Foto ilustrasi: Istimewa

Follow Instagram @ETALASEBINTARO

Comments

comments