19

Atur Proporsi Finansial untuk Hobi

Sudah berkeluarga dan memiliki momongan kerap membuat kita lupa akan hobi. Kadang kita lebih mengutamakan kebutuhan anak dan rumah tangga, daripada hobi yang turut menyedot pengeluaran bulanan. Padahal hobi sangat dibutuhkan untuk alternatif hiburan dan menyalurkan bakat. Akali dengan mengatur keuangan agar kebutuhan dan hobi bisa sama-sama dipenuhi.

Singkirkan anggapan bahwa hobi adalah pemborosan. Bila direncanakan saksama, hobi bisa tetap digeluti. Tidak ada salahnya sesekali melakukan kesenangan untuk sejenak menghibur diri sendiri, dari segala rutinitas dan kesibukan sehari-hari.

Kemukakan keinginan Anda bila ingin menjalani hobi dengan rutin. Terbuka dari awal akan mengundang dukungan dari keluarga untuk Anda menyiapkan segala yang dibutuhkan. Namun perhitungkan agar jangan sampai mengganggu kebutuhan lain yang sifatnya tak bisa ditunda.

Sisihkan dana bulanan

Pemasukan bulanan sudah habis terbagi rata untuk berbagai agenda, bukan berarti tidak ada jalan sama sekali. Sisihkan dari sisa-sisa anggaran yang ada. Misalnya, sisa uang makan, uang transport, atau sisa uang jajan selama liburan. Tentunya Anda harus bersabar dan terus mengumpulkan uang sedikit demi sedikit hingga bisa mewujudkan hobi kembali.

Atau, Anda bisa pula mengambil sebagian dari dana darurat. Meski hobi tidak mendesak, namun adakala kita dihadapkan kondisi sudah sangat mendambakan. Sehingga mau tidak mau, harus diupayakan sekarang juga. Agar keuangan tetap sehat, lakukan sekali saja merogoh dana darurat. Bila Anda melakukan berulang kali, tabungan akan cepat habis.

Tunggu promo dan diskon

Anda perlu sabar bila hobi Anda ternyata membutuhkan peralatan yang lumayan mahal. Misalnya, membeli spare part sepeda. Siasati dengan menunggu musim diskon atau promo. Biasanya banyak bermunculan di akhir tahun atau hari belanja online nasional. Dengan begitu Anda akan mendapat barang dengan harga miring, tanpa harus mengganggu kepentingan anggota keluarga yang lain.

Hindari hutang dan kredit

Memaksa menggeluti hobi dengan dana hasil pinjaman sungguh bukan sikap bijaksana. Baik Anda berutang ke keluarga, teman, atau menggunakan credit card. Bagaimanapun suatu saat Anda harus mengembalikan. Sedang di sisi lain, belum tentu pemasukan mampu menutupi pelunasan, berikut beban bunganya. Repotnya lagi, bila Anda sudah kencanduan terus menerus menjalani hobi tanpa kontrol. Tapi tak mempunyai dana yang aman, sehingga kebiasan berutang tak terhindarkan. Maka lebih baik, sejak awal menekuni hobi tidak usah berutang sama sekali. Tunggu hingga tabungan mencukupi atau menyisihkan dana seperti yang sudah dijelaskan tadi.

Ubah jadi investasi

Awalnya mungkin Anda susah mewujudkan karena tak ada dana. Tapi setelah hobi membuahkan karya, cobalah untuk mengubahnya kembali menjadi uang. Anda bisa menjualnya. Hasilnya bisa berubah bentuk jadi modal usaha. Selain mendatangkan keuntungan, Andapun bisa memberikan hadiah-hadiah balik untuk anggota keluarga. Atas dukungan dan kesempatan yang telah diberikan.

Contohnya, hobi utak-atik sepeda Anda ternyata ditaksir teman. Sepeda hasil rakitan Anda pun dibeli dengan harga tinggi. Lumayan ‘kan? (LAF)

 

Foto ilustrasi: Etalase Bintaro/Yudhanti

Follow Instagram @ETALASEBINTARO

Comments

comments