05

Agar Patungan Usaha dengan Teman Tak Jadi Bubar

Sedekat dan seakrab apapun, aturan perlu diterapkan saat membuka usaha bersama teman. Tak lain untuk menjaga kelangsungan usaha yang baru dirintis dan menjaga keeratan hubungan yang telah terjalin. Aturan yang jelas juga mencegah rasa curiga satu sama lain.

Memang asyik dan lebih santai merintis bisnis dengan teman dekat. Saling mengenali karakter dan gaya kerja masing-masing. Dalam arti satu chemistry, sehingga lebih mudah membicarakan banyak hal yang diperlukan terkait usaha. Selanjutnya tinggal membuat aturan tertulis untuk dipatuhi bersama.

Mungkin usaha belum tentu berbuah manis. Bayangan kegagalan dan hambatan akan selalu ada. Tetapi dengan “tata krama“ yang dijalani berdua mungkin akan menyelamatkan usaha bersama.

Komitmen di atas kertas

Bukan berprasangka negatif, membuat aturan tertulis justru untuk menghindari sengketa. Saling mengikat komitmen dan menuntut pertanggungjawaban bila terjadi kelalaian. Anda dan teman bisa saling mengingatkan dengan membumbuhi tanda tangan dan materai. Cantumkan isi perjanjian secara detail dan seterang-terangnya. Meliputi jabatan yang diemban, pembagian keuntungan, jam kerja dan shift, sumber modal, bila kerugian di depan mata, dan lainnya. Termasuk Anda perlu merinci kehadiran teman baru yang ingin bergabung atau merekrut pegawai baru.

Target, misi, dan tujuan

Agar berhasil, satukan target, misi dan tujuan yang ingin diraih membangun usaha patungan. Ke arah mana usaha akan dibawa, pencapaian laba, perubahan bentuk usaha ke depan, penambahan barang atau jasa untuk konsumen. Tak menutup pula, setelah usaha berkembang, ada impian menanam saham sebagai simpanan bersama. Apapun itu, buat berdasar kesepakatan bersama. Tak lain agar hari-hari diwarnai semangat dan tak jemu melakoninya.

Berbagi peran

Peran Anda dan teman telah tertulis jelas dalam kontrak. Bisa seterusnya berjalan sesuai dengan perjanjian, namun bisa pula Anda atau teman harus berperan ganda. Kadangkala menggantikan peran yang kosong karena ada keperluan mendesak. Saling tambal sulam demi puasnya konsumen atas pelayanan usaha, ketimbang mendapat stigma negatif hanya gara-gara ada peran kosong tak segera terisi.

Kerja dan santai

Meski santai dan bisa diselingi canda tawa, tetap ingat bahwa ini adalah perjuangan bersama. Lakukan tugas masing-masing yang sudah menjadi kewajiban. Tunjukkan profesionalisme dan disiplin pada diri sendiri. Baik untuk Anda sendiri, teman, dan usaha yang sedang dimulai.

Prasangka baik

Bukan berharap, namun masalah bisa datang kapan saja. Apalagi bisnis yang dirintis oleh dua orang berbeda, dengan karakter yang tak sama. Jangan terbawa emosi bila terjadi perkara. Pasang prasangka baik dalam memandang cara teman bekerja. Tanyakan alasan dibalik tiap keputusan yang dipilih, ketimbang buru-buru melayangkan asumsi negatif. (LAF)

 

Foto ilustrasi: Istimewa

Follow Instagram @ETALASEBINTARO

Comments

comments