02

Agar Mobil Matic Tak Mudah Rewel

Mobil dengan transmisi otomatis (matic) sedikit berbeda perawatannya dengan mobil yang memiliki transmisi manual. Agar lancar terus di perjalanan, berikan perawatan yang tepat pada mobil matic Anda.

Sebenarnya mobil matic tidak membutuhkan perawatan yang mahal. Anda cukup memastikan mengikuti panduan perawatan mobil matic yang ada pada buku panduan mobil Anda.

Beberapa yang harus Anda perhatikan adalah, bagian transmisi yang rentan rusak, kebocoran pada oli, dan tercium bau hangus dari mesin. Kerusakan pada transmisi bisa menghabiskan belasan juta. Ditambah, belum semua bengkel sanggup untuk mengembalikan kondisi mobil matic seperti semula.

Daripada rugi mengeluarkan uang banyak untuk kerusakan yang sebenarnya bisa dicegah, yuk, cek kondisi mobil dari sekarang.

Ganti oli transmisi

Bisa dikatakan, penggantian oli transmisi yang teratur sudah menjadi kunci aman bagi jalannya mobil matic. Oleh karena itu baca lagi aturan dalam buku petunjuk untuk waktu penggantian oli transmisi. Jenis mobil matic tiap merk bisa berbeda-beda. Namun secara umum, berkisar minimal 25.000 kilometer dan maksimal 50.000 kilo jarak yang telah ditempuh. Pilih oli yang memang dikhususkan untuk mesin matic, dengan kadar kekentalan yang pas.

Namun untuk kota-kota yang besar ditambah kemacetan yang parah, disarankan penggantian oli transmisi setiap 15.000 hingga 20.000 kilometer. Jangan lupa, lakukan pengecekan untuk mengetahui kebocoran pada bagian oli agar tidak memicu kerusakan pada transmisi.

Lakukan uji jalan

Bukan sepenuhnya masuk kategori perawatan, tetapi uji jalan bisa menunjukkan tingkat kesehatan mobil matic. Anda bisa melakukannya sekali dalam beberapa bulan, tergantung kebutuhan dan kondisi mobil. Nyalakan dan jalankan mobil seperti biasa, lalu ganti persneling. Jika dalam proses perpindahan terdengar suara bising atau aneh, dan laju mobil sedikit tergoncang, maka tak lain telah terjadi gangguan pada transmisi. Tidak ada cara lain, segera arahkan mobil ke rumah sakitnya, yaitu bengkel.

Gunakan persneling dengan betul

Menggunakan persneling dengan betul termasuk salah satu cara perawatan agar mesin tidak cepat aus. Sesuaikan kondisi mobil dengan posisi persneling yang tersedia, yaitu P, R, N, dan D. Salah satu contoh kelalaian adalah memindahkan posisi persneling ke ‘P’ padahal mobil belum benar-benar berhenti. Atau saat parkir justru posisi persneling masih di ‘D’. Usahakan mengingat untuk ubah posisi persneling daripada harus merogoh kocek lebih dalam untuk renovasi persneling.

Service berkala

Layaknya tubuh manusia, perawatan yang rutin dan berkala akan membuat mesin mobil lebih rileks. Penumpang pun nyaman duduk di dalamnya. Fokuskan perhatian pada kerusakan yang sering dialami mobil matic, seperti transmisi tadi, bagian persneling, serta rem dan pedal.

Panaskan mesin

Agar berumur panjang, panaskan mesin sebelum digunakan. Beberapa menit saja sudah cukup untuk membuat mobil siap diajak jalan. Bila mobil masih dalam keadaan ngantuk, lama-lama mesin juga tak stabil. Jangan lupa, saat pemanasan posisikan persneling di ‘N’ guna menghindari mobil mendadak maju ke depan. (LAF)

 

Foto ilustrasi: Istimewa

Follow Instagram @ETALASEBINTARO

Comments

comments