foto2301

Agar Bonus Tak Hanya Numpang Lewat

Bila dikelola dengan bijak, bonus pendapatan akan mendatangkan manfaat yang terasa dalam jangka panjang. Karena itu, pahami apa saja yang perlu Anda lakukan dalam mengelola bonus pendapatan.

Bonus memang kerap dinanti, karena ini juga merupakan pendapatan. Namun perlu Anda ingat, bonus tetaplah pendapatan tidak tetap. Artinya, tidak seperti gaji yang Anda dapatkan setiap bulan dengan jumlah yang pasti, jumlah bonus bisa berbeda tergantung kebijakan perusahaan. Bahkan tidak menutup kemungkinan bila kondisi keuangan perusahaan sedang menurun, pemberian bonus ditiadakan.

Oleh sebab itu, ketika bonus mampir di rekening Anda, jangan sia-siakan dengan membelanjakannya tanpa rencana. Gunakan bonus dengan bijak agar bisa membuat hidup Anda lebih mudah ke depannya.

Bayar utang

Ketika tersebar pengumuman bonus akan dibagikan, mungkin Anda sudah mendata rencana belanja. Pakaian bermerek atau gadget terbaru tampaknya menarik. Namun, tunggu dulu. Ingat-ingat kembali apakah Anda memiliki utang?

Jika ya, begitu mendapatkan bonus, sebaiknya segera lunasi dulu. Utang yang menumpuk dan dibiarkan berlama-lama akan menjadi beban keuangan di masa depan. Kategori utang ini tidak hanya terkait dengan uang yang dipinjam dari teman, kenalan, atau saudara. Akan tetapi, utang juga meliputi utang kartu kredit, kredit kepemilikan rumah atau apartemen (KPR atau KPA), kredit kendaraan pribadi, dan utang yang terkait bisnis. Talia (30), misalnya.  Ketika menerima bonus dari kantor, ia lebih memikirkan pembayaran kontrak rumah dan uang muka untuk pembelian rumah baru dibanding membelanjakan dananya untuk hal-hal yang kurang penting.

Nilai KPR atau KPA mungkin nilainya terlalu besar untuk dilunasi. Namun jika ada dana lebih, Anda bisa membayar pokok cicilan utang agar pembayaran KPR tiap bulannya menjadi lebih ringan. Misalnya, jika cicilan KPR per bulan mencapai Rp 5 juta, dengan pengurangan pokok cicilan sebesar Rp 100 juta, cicilan per bulan bisa menjadi hanya Rp 3 juta.

Sisanya untuk apa?

Apabila dana masih tersisa setelah membayar cicilan utang atau kredit, cobalah berinvestasi. Misalnya, mengikuti reksadana atau membeli saham. Investasi lainnya bisa dalam bentuk pembelian emas. Jika Anda enggan, cara yang paling mudah adalah menyimpannya dalam bentuk deposito.

Jangan lupakan berderma. Berikan sebagian dari rejeki Anda pada pihak-pihak yang membutuhkan bantuan. Contoh paling sederhana adalah menyumbang untuk tempat ibadah, panti jompo, panti sosial, atau menyumbangkan sebagian dana untuk korban bencana alam. Kata-kata ini barangkali memang klise: tidak ada orang yang menjadi miskin karena berbagi atau menolong orang lain. Namun memang kenyataannya berderma merupakan “investasi” akhirat.

Setelah itu, Anda bisa menikmati bonus untuk berbelanja. Toh, bonus adalah pemasukan plus dari hasil kerja keras Anda, jadi layaklah bila Anda menikmatinya. Namun ingatlah untuk tetap memprioritaskan kebutuhan. Sebagai contoh, jika tempat tidur rusak, jangan ragu untuk membeli tempat tidur baru. Demikian juga jika beberapa bagian rumah rusak, tidak ada salahnya menggunakan dana dari bonus untuk membayar kebutuhan yang paling penting.

Bukan berarti Anda tidak bisa berbelanja dengan dana dari bonus perusahaan. Akan tetapi, cermatlah dalam mengatur keuangan. Berbelanjalah  dengan memprioritaskan barang-barang yang paling dibutuhkan. [KUL]

 

Foto ilustrasi: Etalase Bintaro/Prasto

Follow Instagram @ETALASEBINTARO

Comments

comments