11

Agar Bisa Tulus Memberi Maaf

Lebaran tinggal menghitung hari. Identik dengan berjabat tangan dan saling memaafkan. Namun tidak semudah yang terlihat. Memberi maaf dengan tulus sulit dilakukan.

Tetapi bukan berarti tak bisa. Memaafkan kesalahan yang telah diperbuat orang lain bisa diupayakan. Tergantung pada niat dan waktu berpikir masing-masing. Selama kita mau, pasti maaf dengan tulus bisa kita lakukan.

Manfaatnya sendiri amat banyak. Maaf yang dimulai dari diri sendiri akan memberikan ketenangan dan kedamaian jiwa. Sekalipun Anda belum mengutarakan secara langsung pada pihak yang bersalah. Hati yang lapang akan membawa kebahagian. Sekaligus menunjukkan kebesaran hati sebagai pribadi yang baik. Bukan terjebak pada stigma pribadi yang pendendam dan enggan berkawan.

Meski tidak ada jaminan pihak lain jera dengan perbuatannya, tetap maafkanlah mereka. Memendam rasa tiada gunanya. Kerugian malah harus dirasakan sendiri. Sebaliknya, ketulusan akan mengundang banyak kebaikan hadir di tengah-tengah kehidupan kita. Paksa diri sendiri untuk berlapang dada dan mengambil hikmah dari semua yang telah terjadi.

Ingat kembali penyebab masalah dan situasi

Coba ingat-ingat kembali, peristiwa apa yang menjadi penyebab seteru. Renungkan lebih dalam bagaimana kesalahan bisa terjadi. Sengaja atau tidak, pasti ada alasannya. Bila perlu spesifikan lagi jenis kesalahan yang telah diperbuat. Berkategori ringan yang seharusnya tak perlu memicu amarah kita, atau memang sejak dulu mesti dibicarakan bersama.

Hindari berpikir ekstrem, seperti menyalahkan orang lain sebagai pihak tunggal dan memosisikan diri selalu sebagai korban. Karena siapa tahu dan tanpa disadari, kita mempunyai peran sampai masalah muncul dan berubah jadi sengketa.

Pahami posisi pelaku

Pahami posisi pelaku saat peristiwa terjadi. Ubah dengan pandang dengan menengok sedikit saja siapa dia, latar belakangnya bagaimana, mengapa dia melakukan itu semua, dan sebagainya. Mungkin dengan meletakkan diri pada posisinya akan membuat kita bisa melunakkan hati. Maaf dengan tulus pun lancar diungkapkan.

Sama-sama manusia biasa

Kita dan mereka sama-sama manusia biasa. Manusia yang kadang lupa dan luput berbuat dosa. Termasuk diri ini yang bisa berbuat khilaf seperti mereka yang telah kita anggap salah selama ini. Sudahi amarah dan berikan maaf yang tulus pada mereka. Sebagaimana kita ingin dimaafkan bila ada salah yang berawal dari kata dan tingkah kita.

Kawan lebih baik daripada lawan

Memberi maaf menjadi jalan menambah kawan. Dulu saling bermusuhan, kini dapat berteman. Saling melupakan kesalahan dan kembali mengumpulkan puing-puing kasih sayang untuk menciptakan rasa persaudaraan yang lebih baik di masa depan. Bahkan pepatah saja mengatakan, satu musuh terasa banyak, namun seribu kawan terasa kurang.

Demi ketenangan hidup sendiri

Ikhlaskan apa yang telah menimpa diri. Tak perlu lagi banyak drama dalam hidup ini. Maaf yang tulus pelan-pelan akan menutup perkara. Walau pihak sana belum tentu berlaku sama atau justru makin menjatuhkan kita. Merdekakan diri sendiri lalu alihkan tenaga serta pikiran pada hal lain lebih berguna. (LAF)

 

Foto ilustrasi: Istimewa

Follow Instagram @ETALASEBINTARO

Comments

comments