19

Adab Merenovasi Rumah

Dalam merenovasi rumah, kepentingan tetangga acapkali terabaikan. Terutama di area kompleks perumahan yang dindingnya satu sama lain saling berlekatan. Jadi, tetap perhatikan etika agar renovasi tidak memicu konflik.

Banyak kerugian yang sering terjadi saat renovasi dilakukan. Seperti atap rumah bocor, dinding yang tiba-tiba jebol, banyak debu bertebaran, suara bising, sampah berserakan, tumpukan bahan bangunan yang menghalangi jalan, dan puing-puing yang tergeletak begitu saja di area umum. Tentunya yang merasakan bukan saja tetangga samping atau depan, namun orang yang lewat juga tidak nyaman.

Intinya, jangan ingin enak sendiri, karena tetangga juga punya hak menikmati rumah yang nyaman sama seperti kita. Renovasi total atau sebagian saja, ada adabnya.

Memberitahu

Sebelum renovasi dimulai, ketuk pintu tetangga dan sampaikan niat Anda. Ceritakan bagian mana saja yang akan direnovasi dan beritahukan sampai kapan masa berlangsungnya. Anda juga dapat berinisiatif terlebih dulu dengan memberi garansi. Apabila terjadi kerusakan akan segera diganti.

Tentu tetangga akan lebih terbuka dan relasi tetap hangat terjadi. Pun bila suatu saat memang terjadi kerusakan di rumah tetangga atau ada ulah tukang bangunan yang tidak membuat nyaman, pembicaraan akan lebih mudah disampaikan.

Jangan ragu untuk juga pamit pada ketua RT. Tanya saja apabila ada aturan-aturan khusus yang harus dipenuhi penghuni kompleks saat merenovasi rumahnya.

Atur bahan bangunan

Atur bahan bangunan yang dibutuhkan supaya tidak mengganggu kenyamanan. Sebisa mungkin tidak menutup akses jalan umum, tidak merebut area tinggal orang lain, serta tidak menimbulkan bau. Perhatikan tumpukan pasir, yang kadang terkena siraman air hujan malah jadi lumpur di jalan.

Rapikan sesegera mungkin puing-puing atau sisa bahan bangunan yang tidak digunakan lagi. Tak perlu menunggu sampai menjadi sampah atau tempat persembunyian hewan liar. Tidak hanya mengganggu, tetapi juga membahayakan tetangga.

Terkait suara bising

Renovasi sering menghasilkan suara bising. Akali dengan membuat jam kerja yang jelas bagi tukang bangunan. Misalnya, dilakukan pukul tujuh pagi saat tetangga pergi bekerja, dan diakhiri pukul lima sore saat tetangga mulai kembali ke rumah. Maka, saat tetangga beristirahat di rumah, suara bising tidak terdengar lagi.

Hentikan saat weekend

Hentikan kegiatan merenovasi saat weekend atau liburan. Alasan utamanya bukan saja menghormati tetangga yang ingin beristirahat, namun lalu lalang pekerja dapat pula mengganggu tetangga atau anak-anak yang sering menghabiskan waktu bersama. Walau itu sekadar kumpul-kumpul dan bermain-main saja.

Ganti kerusakan

Inilah yang kerap menjadi polemik antar tetangga. Bermusuhan dan saling tak menyapa gara-gara tidak ada tanggung jawab atas kerusakan yang ada. Segera ganti segala kerusakan yang timbul dari renovasi rumah, sebab itu merupakan hak tetangga sepenuhnya. Bila tidak, siap-siap saja Anda bisa digugat secara materi. Atau minimal dikucilkan dan mendapat sanksi sosial dari para tetangga sendiri. (LAF)

 

Foto ilustrasi: Istimewa

Follow Instagram @ETALASEBINTARO

Comments

comments